Pemkot Cimahi Terus Tambah Kuota PBI JKN

Pemkot Cimahi Terus Tambah Kuota PBI JKN
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Cimahi - Pemkot Cimahi terus meningkatkan kuota Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi warga miskin. Itu dilakukan untuk menambah cakupan kepersertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warganya.

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan, pada 2020 kuota penerima peserta PBI program JKN bagi warga miskin Kota Cimahi sebanyak 17.217 orang sehingga total peserta PBI yang dibiayai APBD Kota Cimahi sebanyak 38.737 orang.

“Tujuannya untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat miskin Kota Cimahi melalui JKN, dengan harapan Kota Cimahi dapat mencapai cita-cita besar yaitu seluruh warga Kota Cimahi ter-cover JKN,”  katanya di Puskesmas Kelurahan Pasirkaliki, Kota Cimahi, Selasa (21/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kota Cimahi tersebut juga memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara simbolis kepada warga miskin di kelurahan Pasirkaliki dan Cibabat. Selain itu pemberian vitamin A di Posyandu yang ada di dua kelurahan tersebut.

Dengan adanya penambahan tersebut, sekaligus melengkapi PBI Kota Cimahi lainnya yang telah dibiayai oleh pemerintah pusat melalui APBN, yakni sebanyak 116.523 orang. Adapun jumlah total kepesertaan JKN di Kota Cimahi saat ini telah mencapai 510.661 orang.

Ia mengklaim, pembagian KIS akan dilanjutkan secara berturut-turut di seluruh kelurahan yang ada di Kota Cimahi hingga 28 Juli 2020. Ajay pun menginstruksikan kepada seluruh OPD terkait, termasuk para camat, para lurah, dan para kepala puskesmas untuk bekerjasama dan koordinasi terkait program KIS untuk masyarakat miskin.

“Warga yang masuk kategori miskin ini harus didata secara riil dan datanya terus di-update sehingga kedepan akan memunculkan data valid orang miskin yang ada di Kota Cimahi. Ini bagian dari upaya kita untuk membantu meringankan permasalahan kesehatan di kalangan masyarakat miskin,” ujarnya.

Mengenai pemberian vitamin A ke posyandu Ajay mengaku lantaran belakangan inikegiatan posyandu ataupun posbindu tidak dilaksanakan karena ada pembatasan kegiatan pengumpulan massa untuk menghindari kontak dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Akibatnya, kegiatan pelayanan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di Kota Cimahi jadi tertunda. Namun demikian, meskipun tengah berfokus kepada upaya-upaya untuk menekan penyebaran dan pencegahan pandemic Covid-19, Pemkot Cimahi tetap menjalankan program-program kesehatan lainnya, di antaranya adalah pemberian vitamin A bagi balita yang biasanya dilakukan secara rutin pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya.

“Vitamin A ini kan penting bagi manusia, tapi sayangnya zat ini tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar. Jadi pemberian tablet vitamin A ini pada dasarnya bentuk pencegahan, untuk mengatasi masalah gangguan kesehatan akibat kekurangan vitamin A," pungkasnya. (Ahmad Sayuti)