Digelar Saat Pandemi, Persiapan Pilkada Serentak 2020 di Jabar Relatif Siap

Digelar Saat Pandemi, Persiapan Pilkada Serentak 2020 di Jabar Relatif Siap
net

INILAH, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi memastikan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dilaksanakan serentak di Jawa Barat siap digelar pada 9 Desembar 2020 nanti. Hal itu tampak dari kesiapan penganggaran untuk pilkada di setiap daerah. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok mengatakan, kesiapan juga terlihat dari sudah dilaksanakannya penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di delapan daerah yang akan melaksanakan pilkada tahun ini.

"Delapan kota dan kabupaten, semuanya sudah menandatangani NPHD yang dilaksanakan pada tahun 2019-2020 yang lalu, yang kemudian anggaran tersebut tidak ada perubahan dan tidak ada pengurangan," katanya dalam apel online kesiapan penyelenggaraan pilkada 2020 di Jawa Barat, Selasa (21/7/2020).

Diketahui, Pilkada di Jawa Barat sendiri meliputi pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup) di Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Tasikmalaya, Indramayu, dan Pangandaran, serta pemilihan wali kota dan wakil wali kota (pilwalkot) Kota Depok.

Rifki menyampaikan, pilkada serentak 2020 di Jabar ini melibatkan 231 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan, 2.159 Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa atau kelurahan, dan para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di 33.500 TPS di delapan daerah tersebut.

Guna mendukung pelaksanaan pilkada, terdapat lima daerah yang menerima APBD tambahan. Mengingat harus sesuai dengan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19, yaitu untuk penyediaan alat pelindung diri, pelaksanaan rapid test, dan penambahan jumlah TPS.

"Semua kabupaten dan kota ini sudah menerima tambahan dari APBN. Jadi Sudah dipastikan semua anggaran kita sudah siap, yang NPHD sudah kita terima 100 persen," katanya.

Dia menambahkan, kesiapan menghadapi pilkada serentak ini adalah menyangkut penyelenggaraan. Para komisioner yang akan bertugas berjumlah 40 orang, sudah siap di 8 kota dan kabupaten.

"Semua personel penyelenggara pemilihan sudah dilakukan rapid tes, semuanya APD-nya sudah diterima, sehingga kami sudah menyatakan kesiapannya, dari sisi personel kami sudah memastikan kesehatan dan keselamatannya karena semua personil sudah dilakukan rapid test," katanya.

Penyelenggara pemilu di delapan kota dan kabupaten ini, katanya, juga sudah melakukan koordinasi dengan gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 di masing-masing daerah untuk memastikan bahwa protokol kesehatan bisa diterapkan untuk semua tahapan pemilihan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum berpesan kepada semua KPU di Jawa Barat, sampai PPK, PPS, ataupun KPPS, untuk menjaga netralitas dalam kegiatan demokrasi ini. Selain itu, benar-benar menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Karena kami khawatir kalau ada pasangan incumbent yang maju kembali, kemudian karena anggaran pada tahun ini mungkin diberikan oleh daerah atau yang dipimpinnya pada hari ini, sehingga ada kekakuan. Kepada seluruh penyelenggara pilkada hari ini di Jawa Barat, untuk menjaga netralitas," katanya.

Dia juga berharap agar penyelenggara benar benar mempertahankan integritas agar melaksanakan pemilihan dengan baik dan profesionalisme yang harus dijunjung tinggi.

Sedangkan, Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa mengatakan pilkada ini harus memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi seluruh pihak baik penyelenggara, peserta, maupun pemilihnya.

"Kami sudah menyetujui PKPU yang disesuaikan dengan protokol penanganan Covid-19. Kita ingin PKPU ini benar-benar dilakukan sesuai dengan penanganan protokol penanganan Covid-19 agar keselamatan penyelenggara dan pemilih bisa terjamin. Kedua, yang menjadi komitmen kita semua dan tentu juga menjadi komitmen penyelenggara yaitu agar kualitas pilkadanya itu tetap terjaga," katanya

Dia memastikan, baik DPR maupun Pemerintah bersama penyelenggara pemilu, berkomitmen untuk menyukseskan pilkada serentak tahun ini dan ada sejumlah komitmen yang silaksanakan.

"Pertama, bagaimana pilkada di tengah pandemi ini, terjaminnya seluruh penyelenggara pilkada di semua tingkatan. Utamanya penyelenggara-penyelenggara yang bersentuhan langsung dengan pemilih," katanya. (Rianto Nurdiansyah)