Meski Tak Ada Gempungan, Pembagian Beras Welas Asih Tetap Berjalan

Meski Tak Ada Gempungan, Pembagian Beras Welas Asih Tetap Berjalan
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta punya misi untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan professional. Tata kelola pemerintahan yang dimaksud salah satunya lebih mencakup ke penyediaan pelayanan dasar publik. Termasuk membangun fasilitasnya.

Salah satu wujud dari misi tersebut yakni program ‘Gempungan di Buruan Urang Lembur’ yang merupakan ikhtiar dari pelayanan ekstra kepada masyarakat. Sebagai gambaran, Gempungan merupakan program pelayanan jemput bola dari seluruh dinas terkait kepada masyarakat. Kegiatan dari program ini biasanya dipusatkan di lapangan desa atau kantor desa yang ada secara bergiliran dalam sepekan sekali.

Kegiatan Gempungan ini sudah terjadwal sebelumnya. Jadi, setiap desa dapat giliran untuk dijadikan lokasi Gempungan. Jadwalnya sepekan sekali, yakni tiap Rabu. Program ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemkab dalam hal memaksimalkan pelayanan publik. Tujuan lainnya, untuk lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Sampai saat ini program gempungan masih terus berjalan. Karena, program tersebut sejauh ini dinilai cukup efektif membantu keperluan masyarakatnya dari sisi pelayanan. Namun, selama masa pandemic covid-19 seperti saat ini, kegiatan ini dihentikan dulu sementara waktu.

Selain pelayanan jemput bola kepada masyarakat, dalam ‘Gempungan’ tersebut juga kerap ada program lain yang disisipkan. Salah satunya, program bantuan pangan kepada masyarakat di desa yang menjadi lokasi gempungan.  Yakni, pembagian ‘Beras Welas Asih’ dan telor kepada masyarakat.

Meskipun kegiatan Gempungan terhenti selama masa pandemi Covid-19, program pembagian beras dan telur kepada masyarakatnya masih tetap berjalan. Terbukti, Rabu (22/7/2020) pagi, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyempatkan diri untuk membagikan langsung bantuan beras dan telor tersebut. Kali ini, jadwalnya di salah satu desa yang ada di Kecamatan Tegalwaru dan Maniis.

“Ini program beras welas asih yang biasa kita bagikan ke masyarakat saat acara gempungan. Karena gempungannya dihentikan dulu, jadi Cuma pembagian berasnyas saja,” ujar Anne.

Dia menyebutkan, sejak mewabahnya Covid-19 dan terhentinya program Gempungan, baru kali ini program bantuan beras ini berjalan. Tentunya, karena saat ini masih masa pandemi, penerapan protokol kesehatan tetap diutamakan dalam kegiatan tersebut.

Saat ditanya apakah kegiatan ini akan mulai dirutinkan lagi, Anne menjelaskan hal itu belum direncanakannya. Namun, tak menutup kemungkinan pembagian beras dan telur ini jadi agenda rutin. Tergantung dari ketersediaan sembakonya.

Sebelumnya, dalam program beras welas asih ini pemerintah menyiapkan sekitar 36 ton beras jenis premium sebagai bantuan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan bantuan pangan tersebut, diharapkan bisa sedikit meringankan beban mereka. Adapun pembagian beras gratis ini dilakukan sepekan sekali. Yakni, melalui program Gempungan. (Asep Mulyana)