Jokowi Berikan Sanksi Tipiring 11 Pemilik THM di Kemang

Jokowi Berikan Sanksi Tipiring 11 Pemilik THM di Kemang
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Kemang - Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kabupaten Bogor Joko Widodi serta beberapa penyidik PNS mendatangi seluruh tempat hiburan malam (THM) yang berada di Kecamatan Kemang.

Selain memberhentikan aktivitas THM, para pasukan penegak peraturan daerah (Perda) ini juga memeriksa ijin usaha maupun izin mendirikan bangunan (IMB). Hasilnya, ke-11 THM itu dinyatakan tak mengantongi perizinan tersebut.

"Rabu pagi hingga siang ini kami mendatangi seluruh atau 11 THM yang berada di Kecamatan Kemang, hasilnya baik usaha maupun IMBn-ya ternyata tak memiliki ijin," tegas Jokowi sapaan akrabnya kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Pria asli Sukaharjo, Jawa Tengah ini menerangkan karena para pemilik atau pengelola THM ini melanggar Pasal 39 juncto pasal 12 huruf g Perda nomor 4 Tahun 2015 tentang ketertiban umum, maka mereka akan disidang tindak pidana ringan (Tipiring).

"Kamis (30/7/2020) pekan depan, mereka akan kami sidang Tipiring di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong karena melangggar Pasal 39 juncto pasal 12 huruf g Perda nomor 4 Tahun 2015 tentang ketertiban umum. Para pemilik atau pengelola THM terancam sanksi kurungan penjara selama 3 bulan atau denda Rp50 juta rupiah," terangnya.

Jokowi menuturkan selain di Kecamatan Kemang, sesuai laporan masyarakat jajarannya juga akan melakukan hal serupa di kecamatan lainnya yang terdapat usaha serupa (THM).

"Sudah banyak aduan masyarakat yang resah akan keberadaan THM dan kami juga masih menunggu rekomendasi dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), kami akan datangi dan membawa pemilik atau pengelola THM dalam sidang Tipiring hingga mudah-mudahan mereka jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya," tutur Jokowi.

Dia melanjutkan, apabila setelah diberikan sanksi kurungan penjara atau denda, para pemilik THM masih membandel lalu bangunannya tidak bakal memiliki izin, maka jajaran Satpol PP siap melakukan pembongkaran bangunan THM.

"Sesuai prosedur kami selain mensidang Tipiring mereka, lalu ada surat peringatan 1 dan 2, setelah ijin bangunan THM tidak keluar maka kami pun siap melakukan  pembongkaran," lanjutnya. (Reza Zurifwan)