Karena Rahmat Allah

Karena Rahmat Allah
Ilustrasi/Net

SAUDARAKU, mengapa ada orang yang badannya menderita suatu penyakit yang parah, namun dia tetap tenang. Tapi, ada juga orang yang badannya sehat bugar, namun ia selalu diliputi gelisah, galau dan cemas. Ada juga orang yang rumahnya sederhana saja, namun hatinya begitu lapang hidupnya seperti tanpa beban. Namun, ada juga orang yang rumahnya besar nan megah, namun hatinya terasa sempit, hidupnya seperti hanya berisi kesulitan belaka.

Mengapa terjadi hal yang demikian? Inilah yang menjadi tanda dari sejauh mana seseorang mendapat rahmat Allah Swt. Kalau Allah sudah menurunkan rahmat-Nya kepada seseorang, maka dijamin hatinya akan menjadi sangat lapang, tenang, tidak ada ketakutan dan kegelisahan. Oleh karena itulah kita sangat membutuhkan rahmat Allah Swt.

Rasululloh Saw. bersabda, “Tidak seorangpun dari kalian yang dimasukkan ke dalam surga oleh amalnya, dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya, tidak juga aku, kecuali karena rahmat dari Allah.” (HR. Muslim)

Allah Swt. berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran [3] : 159)

Ayat ini menjelaskan hikmah dari curahan rahmat Allah Swt. Seseorang bisa menjadi lembut hatinya, bisa mulia akhlaknya, adalah semata-mata karena rahmat Allah Swt. Oleh karena itu, orang yang mendapat rahmat Allah, lahir batinnya akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan.

Maka, mohonlah selalu rohmat kepada Allah Swt. Sebagaimana doa nabi Adam a.s, “Ya Allah Tuhan kami, sesungguhnya kami zholim pada diri kami sendiri, sekiranya Engkau tidak mengampuni kami dan tidak melimpahkan rahmat kepada kami, maka niscaya kami jadi orang yang merugi.” (QS. Al A’rof [17] : 23)

Juga sebagaimana doa para pemuda kahfi (yang berlindung di dalam gua), “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (QS. Al Kahfi [18] : 10)


Rahmat Allah membuat para pemuda yang bersembunyi di dalam gua selama ratusan tahun itu menjadi terurus segala keperluan dan rezeki mereka. Meski mereka tidur sekian lamanya, namun mereka tetap hidup dan sehat. Allah Swt. telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga mereka pun selamat. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang mendapatkan limpahan rahmat-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.