Dubes: Liechtenstein Butuh Tempat Penyaluran Uang

Dubes: Liechtenstein Butuh Tempat Penyaluran Uang
Dubes Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman D. Hadad. (antara)

INILAH, London - Dubes Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman D. Hadad mengatakan Liechtenstein, negara dengan pasar domestik terbatas dan ekonomi ekspor tinggi, membutuhkan tempat menyalurkan uangnya, dan Indonesia merupakan pasar yang menarik.

Hal itu disampaikan Dubes Muliaman D. Hadad setelah menyerahkan Surat Pengangkatan dari Presiden RI, Joko Widodo, kepada Konsul Kehormatan RI di Liechtenstein, Roland A. Jansen, yang secara resmi diangkat sebagai Konsul Kehormatan RI di kota Triesen, Keharyapatihan Liechtenstein, Rabu (22/7).

Pensosbud KBRI Bern dalam keterangannya, Rabu (22/7/2020), menyebutkan pengangkatan Konsul Kehormatan RI di Liechtenstein diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi antarkedua negara, terlebih setelah ditandatanganinya perjanjian Indonesia-European Free Trade Association- Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IE CEPA).

Liechtenstein memiliki perekonomian yang terintegrasi dengan perekonomian Swiss, dan sama-sama menggunakan mata uang Swiss Franc. Negara ini memiliki sektor jasa keuangan yang makmur, dengan industri besar lainnya termasuk elektronik, manufaktur logam, produk gigi, instrumen optik, dan obat-obatan.

Nilai tambah tinggi dihasilkan terutama oleh sektor industri yang kuat dan sektor jasa keuangan. Sekitar 40% dari pekerjaan dan 37% dari PDB dihasilkan oleh industri dan manufaktur. Angka tersebut luar biasa tinggi apabila dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Sementara pusat keuangan dan finansial Liechtenstein menghasilkan 27% dari PDB negara.

Liechtenstein juga merupakan tempat menarik sebagai pusat keuangan dan bisnis, dikarenakan kondisi politik negara tersebut yang stabil, dan memiliki akses langsung kepada pasar Uni Eropa dan Swiss. “Kondisi ini juga harus bisa dimanfaatkan oleh para pebisnis Indonesia”, ujar Duta Besar Muliaman.

Kedutaan Besar Indonesia di Bern melangsungkan prosesi pelantikan Konsul Kehormatan RI pertama di Keharyapatihan Liechtenstein, di tengah cuaca musim panas yang melanda Swiss dan negara-negara Eropa lainnya, bertempat di KBRI Bern, Rabu.

Situasi pandemi Covid-19 mengharuskan prosesi pelantikan dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan setempat.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Liechtenstein dimulai sejak tahun 1998. Negara dengan penduduk 38.557 memiliki luas area hanya sekitar 160 kilometer persegi, merupakan negara terkecil keempat di Eropa, setelah Vatikan, Monako, dan San Marino.

Meskipun berpenduduk kecil, Liechtenstein salah satu negara terkaya di dunia. Negara yang berbatasan dengan Swiss dan Austria memiliki PDB per kapita sebesar $165,028 (setara Rp2,3 miliar) .Diperkirakan sepertiga dari populasi Liechtenstein merupakan jutawan.

Dengan potensi ekonomi yang dimiliki Liechtenstein, Dubes Muliaman D. Hadad menyatakan penunjukan Konsul Kehormatan RI di Liechtenstein jadi momentum positif untuk hubungan bilateral kedua negara, terlebih kerja sama ekonomi telah diperkuat dengan penandatanganan IE – CEPA di tahun 2018.

Pengangkatan Roland A. Jansen sebagai Konsul Kehormatan RI oleh Presiden Joko Widodo juga telah mendapatkan saran dari Pengeran Alois Liechtenstein sebagai Kepala Negara Liechtenstein.

Roland A. Jansen, pebisnis yang aktif untuk mempromosikan bioenergi. Ia memiliki cita-cita untuk membantu Indonesia mengembangkan usaha penyulingan hayati  yang menghasilkan energi bersih  yang berasal dari limbah kelapa sawit. (antara)