Lahan Masih Sengketa, Taman Pancakarsa Kok Tetap Dibangun?

Lahan Masih Sengketa, Taman Pancakarsa Kok Tetap Dibangun?
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cibinong - Oeteu Herdiansyah selaku kuasa hukum 16 warga yang mengaku memiliki lahan seluas 3.000 m2 di lokasi Taman Olah Raga Pancakarsa di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong mengaku kecewa atas sikap Pemkab Bogor.

Pasalnya, di tengah sengketa lahan dan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, pihak Pemkab Bogor tetap membangun membangun taman senilai Rp3,5 miliar.

"Harusnya ketika lahan dinyatakan sengketa bahkan bersidang, pihak Pemkab Bogor bisa menghargai masyarakat yang menggugatnya dengan cara tidak menguasai atau dalam hal ini melakukan pembangunan di atas lahan sengketa," kata Oeteu kepada wartawan, Kamis (23/7/2020).

Dia menerangkan, dalam sidang kedua pekan depan itu kuasa hukum penggugat akan membawa barang bukti berupa belum dilakukannya pembayaran jual beli antara Pemkab Bogor dengan pemilik lahan.

"Kami membeli langsung lahan tersebut kepada pemilik yaitu ahli waris H Iyang dengan bukti akte jual beli yang ditandatangani oleh Lurah Tengah dan Camat Cibinong pada 2004-2005. Kami juga punya bukti bahwa pada 2003 lalu Pemkab Bogor atau Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) belum melakukan pembebasan atau membeli lahan tersebut dari H Iyang," terangnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Asep DPKAD Kabupaten Bogor Bangun Sapta mengaku tetap dibangunnya Taman Olah Raga Pancakarsa karena sewaktu sengketa dilayangkan pihak Pemkab Bogor dan penyedia jasa sudah melakukan kontrak kerja sama pembangunan.

"Saat ini status lahannya kan belum aa ketetapan di PN Cibinong, sementara pembangunan tetap dilaksanakan karena sudah terjadi kontrak. Kalau pun nanti Pemkab Bogor kalah kan hanya 3.000 meter saja yang diserahkan, sedangkan 9.000 meter lainnya tetap milik Pemkab Bogor," ucap Bangun.

Sementara itu, sebagai pihak yang membiayai pembangunan Taman Olah Raga Pancakarsa, Kepala Kantor Cabang Bank Jabar Banten (BJB) Cibinong Boy Panji Sudrajat mengungkapkan dirinya belum mengetahui kalau lahan taman itu ternyata bersengketa.

"Sepanjang yang saya tahu, dari awal atau pada Juli-Agustus 2019 lalu bahwa lahan Taman Olah Raga Pancakarsa tidak bersengketa, apalagi kalau kasus sengketa ini sedang bersidang di PN Cibinong," ungkap Boy.

Dia menjelaskan, sejak peletakan batu pertama Jumat (30/8/2019) lalu progres pembangunan taman tersebut sudah mencapai 60%.

"Kepada pihak ketiga kami baru bayar 60% karena terakhir progresnya baru segitu. Nanti pada termin terakhir setelah selesai pembangunan baru kami akan lunasi biaya pembangunannya," jelasnya. (Reza Zurifwan)