Umuh Muchtar Pastikan Masalah Gaji di Persib Segera Terselesaikan

Umuh Muchtar Pastikan Masalah Gaji di Persib Segera Terselesaikan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar yakin sesi latihan bersama timnya akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, saat ini manajemen terus berupaya meyakinkan para pemainnya mengenai gaji yang harus diterima untuk bisa melanjutkan Liga 1 2020.

Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020, PSSI menetapkan negosiasi gaji di kisaran 50% untuk Liga 1 dan 60% untuk Liga 2.

Disebutkan pula, gaji tak boleh berada di bawah upah minimum regional (UMR). Aturan itu akan berlaku satu bulan sebelum kompetisi hingga selesai.

"Sebetulnya kita masih memantau sampai saat ini. Semuanya juga masih dibicarakan, untuk kebaikan semuanya. Insya Allah akan segera terwujud, mudah-mudahan," kata Umuh.

Meski demikian, lanjutnya manajemen Persib juga masih menunggu kepastian PSSI. Sebab perubahan kontrak ini masih menjadi polemik bagi seluruh klub peserta.

"Kita tidak mau berbenturan dengan PSSI supaya semuanya enak, pemain pun juga enak diberikan kebijakan-kebijakan dari PT PBB. Intinya sama-sama membutuhkan lah semuanya," bebernya.

Pastinya, kata Umuh, manajemen Persib akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi para penggawannya. Sehingga Supardi Nasir dan kawan-kawan bisa tetap maksimal membela Persib di Liga 1 2020.

"Lagi dihitung semuanya dari manajemen. Nanti si A berapa, si B berapa. Ini belum selesai lagi dihitung. Kalau sudah oke, nah ini si A, si B menerima sekian-sekian, setelah itu tandatangan dan semua latihan lagi," jelasnya.

Umuh berharap permasalahan gaji ini bisa terselesaikan. Sehingga Persib bisa segera menggelar latihan secepatnya agar tampil maksimal di Liga 1 2020.

"Kalau saya harapkan harus secepatnya. Kalau nanti orang lain sudah pada latihan, kalau kita belum, insya Allah kita akan segera realisasikan," harapnya. (Muhammad Ginanjar)