Bobotoh Dapat Pesan dari Ketum PSSI

Bobotoh Dapat Pesan dari Ketum PSSI
Foto: Muhammad Ginanjar

INILAH, Bandung - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memberikan pesan kepada Bobotoh dan seluruh suporter di Indonesia saat Liga 1 2020 digulirkan.

Sesuai dengan arahan pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kompetisi tertinggi tanah air itu bisa digelar asal tidak dihadiri penonton. Alasannya karena pandemi Covid-19 di Indonesia belum benar-benar berakhir.

Dengan alasan itu, Mochamad Iriawan meminta Bobotoh dan suporter di Indonesia lainnya untuk tidak memaksakan ke Stadion apabila tim kesayangannya bertanding.

"Setelah saya menghadap Gugus Tugas Covid-19, telah disepakati bahwa protokol kesehatan nomor satu. Seperti tidak ada penonton. Kita berpesan pada suporter, termasuk Bobotoh untuk mendukung timnya di TV atau live streaming," kata Iriawan usai meresmikan Soccer Training Sabilulungan di Komplek SOR si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (23/7/2020).

Aturan tanpa penonton ini, kata Iriawan menjadi satu-satunya opsi yang harus diterapkan di Liga 1 2020. Sebab pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir.

"Hampir seluruh negara, kecuali Vietnam, liganya digelar tanpa penonton. Karena akan kewalahan kalau tidak disiplin," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Iwab Bule ini pun meminta kepada seluruh suporter untuk tidak menggelar nobar atau nonton bareng. Sehingga penyebaran Covid-19 bisa benar-benar dihentikan.

"Saya minta tidak ada nobar. Saya mohon dengan hormat kerjasama suporter dan federasi, bahwa liga ini bisa berjalan. Karena penting, bagi penampilan pemain timnas yang ada di klub," tuturnya.

Iwan Bule berkeinginan menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia bisa mengatasi Covid-19 dengan digelarnya Liga. Bahkan, lanjutnya masyarakat Indonesia bisa berdampingan dengan virus yang berawal dari Wuhan, China itu.

"Kita terapkan swab test, lalu hanya ada 272 orang di lapangan yang terbagi di zona 1, 2, 3 di area pertandingan. Di luar Stadion tidak boleh. Itu kita betul-betul tekankan protokol kesehatan dari gugus tugas Covid-19," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)