Pemkab Bandung Terjunkan 7 Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

Pemkab Bandung Terjunkan 7 Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban
Bupati Bandung Dadang Naser meninjau pemeriksaan kesehatan hewan di RPH Top Tani 777 di Jalan Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis ( 23/7/2020). (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Sebanyak 7 tim diterjunkan Pemkab Bandung untuk memeriksa kesehatan hewan kurban di seluruh titik penjualan di Kabupaten Bandung.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual dan akan dikurbankan pada pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 31 Juli 2020 mendatang.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan, Pemkab Bandung juga menyediakan rumah pemotongan hewan (RPH) yang bisa digunakan untuk penyembelihan hewan kurban bagi masyarakat. 

"Totalnya ada 7 RPH yang kami siapkan. Itu gratis kami tidak memungut biaya atau retribusi," kata Dadang usai meninjau pemeriksaan kesehatan hewan di RPH Top Tani 777 di Jalan Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis ( 23/7/2020).

Dikatakan Dadang, kehadiran RPH ini untuk membantu masyarakat yang ingin menyembelih hewan kurban agar terhindar dari Covid-19. Teknisnya, bisa dititipkan dengan cara mendaftar terlebih dahulu.

Dadang memastikan agar masyarakat yang ingin membeli hewan kurban di lapak-lapak atau peternakan tak perlu khawatir. Sebab, hewan kurban yang tidak memenuhi syarat akan diberi tanda silang oleh tim kesehatan. 

Selain itu, kata Dadang, disaat pelaksanaan penyembelihan nanti, masyarakat diminta untuk tidak berkerumun ke tempat penyembelihan yang memang dilakukan di RPH. Nantinya, daging kurban akan diantar oleh panitia kurban secara door to door ke masing-masing rumah warga. 

"Kami imbau masyarakat tidak datang ke tempat penyembelihan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19," ujarnya.

Dadang berpesan agar panita kurban yang tengah sakit tidak memaksakan diri ikut menyembelih. Ia pun meminta panitia kurban  sadar diri untuk tidak masuk dalam kepanitian jika sedang sakit. 

"Yang terpenting nanti saat penyaluran hewan kurban, saya imbau jangan pakai kantong plastik. Pakai tempat lainnya. Biasanya ada komunitas yang menyalurkan daun jati dua atau tiga hari sebelum hari H. Nanti coba koordinasi dengan LH," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran menambahkan, hingga 22 Juli 2020, tim kesehatan sudah melakukan pemeriksaan hewan kurban sebanyak 9.553 ekor. Terdiri dari 6.661 ekor sapi, 2.812 ekor domba, 79 ekor kambing, dan 1 ekor kerbau. 

"Hasilnya 9.323 ekor layak dan memenuhi syarat kurban. Terdiri dari 6.680 ekor sapo, 2.566 ekor domba, 76 ekor kambing dan 1 ekor kerbau," katanya.

Sementara yang tidak layak berjumlah 346 ekor. Rinciannya terdiri dari 227 ekor sapi dimana 227 dinyatakan sehat tapi belum cukup umur. Sementara 57 ekor sapi lainnya dinyatakan sakit. 

"Untuk domba 1 ekor dinyatajan sehat tapi belum cukup umur sementara 61 ekor lainnya dinyatakan sakit. Untuk kambing 3 ekor yang sehat dan dinyatakan belum cukup umur," ujarnya. 

Tisna menuturkan, pemeriksaan hewan kurban di Kabupaten Bandung masih terus dilakukan. Sehingga, jumlah hewan kurban yang memenuhi syarat kurban belum diketahui. 

"Kalau tahun kemarin, kan, ada 10.200 ekor sapi dan 17 ribu ekor domba. Kalau untuk tahun ini belum bisa kami bandingkan," katanya.

Tisna mengimbau agar pedagang hewan kurban tidak bermain curang. Artinya, pedagang tidak menjual kembali hewan kurban yang sudah diperiksa dan dinyatakan tidak memenuhi syarat kurban. 

"Jangan sampai ada yang sudah ditandai silang dihapus. Setelah itu dijual kembali. Kami minta tolong, karena menyangkut syariat atau aspek keagamaan. Kalau ada yang seperti itu lapaknya akan kami tutup," ujarnya.(rd dani r nugraha).