PT Angkasa Pura Diperkarakan Rekanan

PT Angkasa Pura Diperkarakan Rekanan

INILAHKORAN, Bandung, - Diduga tak bisa lunasi hak bayar pada rekanannya pada proyek perluasan Bandara Husein Sastranegara pada 2014, PT Angkasa Pura diperkarakan.

 

Kasus ini bermula saat, PT Angkasa Pura II pada tahun 2014 lalu melanjutkan perluasan Apron B dan C. Di samping itu ada pekerjaan Overlay Taxiway B, C, D, dan Paralel Taxiway. Proyek-proyek tersebut dikerjakan PT Bunga Tanjung Raya dan PT Pharmakasih Sentosa sebagai pemenang seleksi lelang yang diadakan PT Angkasa Pura.

Kuasa hukum PT Bunga Tanjung Raya dan PT Pharmakasih Sentosa, Syarwani mengungkapkan, pekerjaan tersebut awal mulanya dikerjakan  kedua kliennya. Namun, di tengah pengerjaan, PT Angkasa Pura melakukan pemutusan kerja secara sepihak.

Nilai pekerjaan dari PT Bunga Tanjung Raya berdasarkan perjanjian pemborongan pekerjaan yaitu sebersar Rp9.936.254.000. Sementara pekerjaan PT Pharmakasih Sentosa mempunyai nilai Rp6.390.324.000.

Meski pekerjaan tidak dirampungkan sepenuhnya karena pemutusan hubungan kerja, progres pengerjaan proyek sudah berjalan dengan persentase tertentu sehingga patut dibayar.

 

"Akhirnya kita melakukan permohonan sengketa kepada BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia)," ujar Syarwani usai mengikuti sidang mediasi antar kedua pihak di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (23/7/2020).

Syarwani mengatakan, karena lokasi proyek tersebut berada di Kota Bandung, maka BANI Medan melimpahkan urusan kepada Pengadilan Negeri Bandung.

"Dalam putusan BANI perwakilan Medan, Majelis BANI meminta kepada Sekertaris Majelis mendaftarkan kepada Pengadilan Negeri Bandung, agar putusan BANI dapat ditetapkan dan dilakukan eksekusi," ungkap Syarwani.

Menurutnya, Majelis BANI telah memutuskan dan menetapkan apa yang menjadi permohonan kliennya untuk dapat dieksekusi  Pengadilan Negeri Bandung. Setelah permohonan BANI disidangkan, Pengadilan Negeri Bandung meminta agar PT Angkasa Pura II menyelesaikan perkara yang dimohonkan.

Adapun nilai pekerjaan yang harus dibayarkan oleh PT Angkasa Pura II atas PT Bunga Tanjung Raya sesuai putusan BANI sebesar Rp5.195.667.216.6. Sementara untuk PT Pharmakasih Sentosa sebesar Rp951.119.943.92.

“Putusan BANI memiliki sifat yang final dan mengikat. Padahal, setelah diputuskan oleh BANI, PT Angkasa Pura II diberikan waktu 30 hari untuk keberatan, tetapi mereka hingga lewat batas waktu tersebut tidak mengajukan keberatan kepada BANI, hingga akhirnya diteruskan ke Pengadilan Negeri Bandung,” ungkapnya

“Setelah disidangkan untuk Pengadilan Negeri Bandung, pihak PT Angkasa Pura II tidak menghadiri sidang sama sekali hingga keluarlah putusan eksekusi,” sambung Syarwani.

Selain itu, Syarwani menambahkan, putusan dari BANI bersifat final. Tidak ada upaya hukum lainnya yang bisa membatalkan. Karenanya, PT Angkasa Pura II sejatinya menaati apa yang sudah ditetapkan Pengadilan Negeri Bandung yakni membayar biaya ganti pekerjaan.

"Kita harap, ini perlakuan suatu badan hukum yang milik negara (PT Angkasa Pura II), kalau pekerjaan itu ada dan sudah ada putusan, ya, patuh terhadap putusannya. Apalagi dia institusi negara. Berilah suri tauladan yang baik," tegas Syarwani.

Tak tanggung-tanggung, Syarwani menegaskan, dirinya siap membuat surat terbuka kepada presiden, jika PT Angkasa Pura II tetap tidak melaksanakan kewajibannya sesuai ketetapan pengadilan.

"Jadi kita sangat berharap, apakah itu melalui menteri BUMN, berilah hal terbaik kepada pencari keadilan. Kasihlah kebijakan yang baik, penjelasan yang baik," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)