Kota Bandung Masih Kaji Izin Olahraga Biliar

Kota Bandung Masih Kaji Izin Olahraga Biliar
istimewag

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sampai sekarang ini masih mempertimbangkan untuk mengizinkan sarana olahraga rekreasi kembali beroperasi.

Hal tersebut diketahui setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, dan dinas terkait melakukan peninjauan ke sejumlah tempat sarana olahraga dan rekreasi.

"Secara umum protokol kesehatan yang diterapkan di arena biliar itu relatif logis, dan sudah memenuhi protokol kesehatan. Mulai dari pengecekan suhu di awal pintu masuk hingga sterilisasi bola, meja dan stik biliar," kata Ema.

Dia pun menegaskan bahwa pengunjung sarana olahraga saat ini, hanya diperbolehkan sebesar 50 persen sesuai kapasitas. Hasil peninjauan, sambungnya akan disampaikan kepada wali kota.

"Semua prosesnya ini masuk akal, bolanya dibersihkan menggunakan mesin, setelah dianggap streril baru dipakai. Begitu pun stik dan mejanya. Kalau ditanya boleh atau tidak? Ini bukan ranah saya," ucapnya.

Namun demikian, Ema mengingatkan, untuk tempat biliar yang digabung dengan karaoke atau bar, harus dilihat dari indikator fasilitas yang paling utama sehingga tidak saling mengandalkan.

"Kalau biliar gabung dengan karaoke, ‎tempat karaokenya dulu yang harus lolos. Jangan sampai orang berlindung di balik biliar padahal karaoke. Karena karaoke itu belum diberikan izin," ujar dia.

Nantinya, kata dia, kalau sudah diberikan izin operasional, pemilik tempat diwajibkan membuat pernyataan dalam mentaati protokol kesehatan yang akan diterapkan secara ketat. 

"Kalau terjadi sesuatu berkaitan dengan pandemi harus bertanggung jawab, terutama terhadap tamu yang datang," tegasnya.

 Sementara itu, Pengelola Pit Poll biliar, Ferry Soemali mengaku sudah berusaha memenuhi semua yang disyaratkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar mendapat izin operasional. 

"Saya pikir sudah sesuai dengan SOP protokol kesehatan. Semua yang kita siapkan sudah cukup. Apalagi setiap meja, stik dan bola kita bersihkan terus," kata Ferry.

Dia mengaku, dari 19 meja hanya akan mengoperasikan sembilan meja jika diberikan izin beroperasi kembali. Hal ini sesuai dengan aturan yang hanya memperbolehkan 50 persen dari kapasitas.

"Karena kata sekda hanya diperbolehkan 50 persen saja, kami akan mencoba memaksimalkan itu," ucapnya.

Dia menambahkan, arena biliar miliknya bakal menjadi pemusatan latihan bagi atlet Jabar yang akan berlaga di pekan olahraga nasional (PON)  Papua 2021 mendatang.

"Kota Bandung Perdanya berbeda dengan kota lain. Di Kota Bandung masuknya ke kategori hiburan. Di sini menjadi kendala, saya berharap ini bisa segera dioperasionalkan," ujar dia. (Yogo Triastopo)