ADPMH se-Indonesia Siap Lahirkan Pemikiran Islam Moderat

ADPMH se-Indonesia Siap Lahirkan Pemikiran Islam Moderat
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Program Studi Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menggelar webinar bertajuk "Moderasi Bermadzhab di Tengah dan Pasca Pandemi Covid-19" melalui aplikasi zoom.

Even kolaborasi dengan Asosiasi Dosen Perbandingan Mazhab dan Hukum (ADPMH) se-Indonesia ini diikuti lebih dari 300 peserta. Mereka berasal dari akademisi perguran tinggi keislaman negeri dan swasta seluruh Indonesia dan non-akademisi.

Ketua Pengurus Pusat ADPMH se-Indonesia Ayi Yunus Rusyana menjelaskan, webinar kali ini diselenggarakan dalam rangka pengukuhan Pengurus Pusat ADPMH se-Indonesia masa bakti 2020-2024.

"Pengurus Pusat ADPMH baru terbentuk, setelah dosen Prodi PMH PTKIN se-Indonesia melaksanakan musyawarah secara daring pada Juni 2020. Saya Kaprodi PMH FSH UIN Bandung, alhamdulillah mendapatkan amanah terpilih menjadi ketua Pengurus Pusat ADPMH. Pengurus ADPMH terdiri dari perwakilan Dosen Prodi PMH yang ada di PTKIN dan PTKIS se-Indonesia," tegasnya, Jumat (24/7/2020).

Menurutnya, asosiasi dosen ini penting karena pada abad ke-21 ini skill yang diperlukan bukan lagi sebatas berkompetisi, melainkan harus terampil berkolaborasi, bekerjasama untuk meningkatkan kualitas PTKIN/PTKIS, dan terutama meningkatkan kompetensi dosen baik di bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Namun secara organisasi, asosiasi dosen PMH ini perlu didukung dan dibina oleh masing-masing PTKIN dan PTKIS, dan terutama oleh Direktur DIKTIS Kemenag," jelasnya.

Webinar tentang hukum Islam yang adaptif ini diakuinya merupakan bagian dari ikhtiar ADPMH untuk berkontribusi dalam dan menjawab pertanyaan-pertanyaan atau tantangan-tantangan tersebut.

"Jangan sampai ada kesan, hukum Islam tidak mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, dan apalagi, dianggap penghambat modernitas, sains dan teknologi. Oleh karena itu, dengan tema moderasi bermazhab di tengah dan pasca Covid-19 diharapkan webinar ini dapat menjadi media yang tepat dan efektif untuk merumuskan dan menggagas pemikiran hukum Islam yang fleksibel dan adaptif tanpa kehilangan ruh Syariah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah," tandasnya. (Okky Adiana)