Warga Jonggol Serahkan Seekor Lutung Jawa ke BBKSDA Jabar

Warga Jonggol Serahkan Seekor Lutung Jawa ke BBKSDA Jabar
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Jonggol - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) wilayah I Jawa Barat menerima hewan primata jenis lutung Jawa atau Trachypithecus auratus dari Hasanudin warga  Kampung Cibucil RT 08 RW 03 Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor.

Hewan jenis primata dan masih keluarga Surili diserahkan secara sukarela karena pemiliknya sadar hewan peliharaannya masuk dalam kategori dilindungi negara.

"Alhamdulillah, masyarakat khususnya di wilayah I Jawa Barat semakin sadar bahwa dilarang memelihara atau menjual belikan hewan atau satwa dilindungi. Hari ini kami menerima seekor lutung jawa berjenis kelamin betina dari Hasanudin warga Kecamatan Jonggol," kata Polisi Hutan BBKDA Wilayah I Jawa Barat Sudrajat kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Dia menerangkan, selain Lutung Jawa sebelumnya juga ada warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur yang menyerahkan hewan primata jenis Siamang dan Surili.

"Hewan primata seperti Lutung Jawa, Siamang dan Surili memang termasuk hewan yang favorit untuk dipelihara, tetapi karena ini termasuk hewan dilindungi maka kami pun terus melakukan sosialisasi akan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2 bahwa perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk kukang adalah dilarang dimana para pelanggarnya dapat dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta," terangnya.

Dia menjelaskan, dikarenakan hewan jenis primata seperti Lutung Jawa rawan menular atau tertular penyakit, apalagi saat ini Kabupaten Bogor masih dalam kondisi pandemi Covid-19 maka dalam proses evakuasi petugas pun menggunakan masker dan sarung tangan.

"Sesuai protokol kesehatan, kami dalam proses evakuasi seekor Lutung Jawa ini kami menggunakan masker dan sarung tangan, hewan dilindungi ini akan kamu serahkan ke Lembaga Konservasi Suaka Satwa di Desa Cibeureum, Cisarua dan akan dilepas liarkan di habitatnya setelah dinyatakan sehat dan layak," tutur Ajat sapaan akrabnya. (Reza Zurifwan)