Restrukturisasi, PDJT Siap Menggeliat Kembali

Restrukturisasi, PDJT Siap Menggeliat Kembali
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor selaku pengelola Bus Trans Pakuan melakukan penandatanganan MoU bersama Perusahaan Umum Pengangkut Penumpang Djakarta (Perum PPD). Kerja sama tersebut dilakukan dalam rencana pengembangan transportasi, salah satunya restrukturisasi Trans Pakuan.

Plt Direktur Utama PDJT Kota Bogor Agus Suprapto menyatakan, saat ini kondisi PDJT bisa dibilang cukup memprihatinkan. Untuk itu, perlu dilakukan proses restrukturisasi baik secara internal maupun eksternal terkait menjalankan bidang usaha jasa transportasi massal di Kota Bogor.

"Bidang usahanya sesuai penugasan dari pemerintah kota kepada PDJT adalah untuk mengoperasikan Trans Pakuan sebagai angkutan massal. Tapi kondisinya saat ini bisa dibilang jauh dari kata optimal," kata Agus, Jumat (24/7/2020).

Agus menjelaskan, dengan segala keterbatasan yang ada di PDJT, saat ini PDJT sedang berproses restrukturisasi dengan menggandeng Perum PPD untuk bisa berkolaborasi dan bisa merestrukturisasi ulang dalam bidang usaha, khususnya operasional Trans Pakuan. PDJT dan Perum PPD berencana ingin menghidupkan kembali koridor-koridor dengan penggunanya cukup tinggi, misalnya Cidangiang-Bubulak yang melalui Jalan Soleh Iskandar dan Yasmin.

"Karena kebutuhan masyarakatnya memang cukup tinggi makanya baru saja kami melakukan penandatanganan nota kesepahaman. Poin-poin apa yang melingkupi kerjasama nanti dituangkan dalam surat perjanjian sehingga apa yang dibantu oleh Perum PPD bisa membangkitkan kembali PDJT dalam usahanya. Pelan-pelan kita bisa membangun PDJT lagi yang lebih baik lagi," tambahnya.

Agus juga mengaku, sudah menyusun konsep bisnis dalam business plan, yang didalamnya menggambarkan kondisi aset, keuangan, dan manajemen. Dia membeberkan, pekerjaan beratnya yakni menjalankan yang ada karena masih belum optimal. Bus yang masih bisa berjalan ada 16 unit dengan trayeknya Cidangiang-Sentul City.

"Selanjutnya akan kami jalankan ke koridor lama yang dulu pernah eksis, Bubulak-Cidangiang. Paling utama itu dulu, sehingga aset-aset kita tidak terbengkalai," bebernya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, dengan kerjasama ini diharapkan kehadiran Trans Pakuan bisa menjadi feeder bagi PPD yang sedang gencar mengoperasikan Jabodetabek Residence (JR) Connexion.

"Trans Pakuan ini kami harapkan menjadi feeder dari angkutan premium ini di titik-titik yang tinggi demand-nya. Misalnya dari Bulukan-Sentul City atau Sentul City-Stasiun Bogor dan titik-titik lainnya yang bisa kita integrasikan. Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan kerjasama dengan perumahan Persada Bogor. Dari sana juga tujuan kami adalah memecah penumpang yang menuju ke Stasiun. Mudah-mudahan apa yang kita upayakan ini bisa memberikan alternatif lain kepada masyarakat yang tinggal di perumahan untuk menggunakan moda transportasi massal, bukan kendaraan pribadi," jelasnya. (Rizki Mauludi)