Menghafal 99 Nama Allah Akan Masuk Surga

Menghafal 99 Nama Allah Akan Masuk Surga
ilustrasi

ADA hadis sahih yang berbunyi, "Sesungguhnya Allah itu memiliki 99 nama, barangsiapa yang menghafal nama-nama tersebut maka dia akan masuk surga."

Kata para ulama yang dituntut dari kita itu (satu) menghafal, tapi ini tidak cukup sebenarnya kata para ulama. Ada kata-kata ahshoha di situ, barang siapa yang ahsho sebagian ulama seperti Imam Bukhori beliau di sini mengatakan ahsho maksudnya adalah menghafal.

Ulama yang lain mengatakan tidak cukup hanya menghafal tapi dia perlu menghafal kemudian juga berusaha untuk mengamalkannya. Contohnya dengan bertawassul. Sambil ditambah dengan memahami, memahami isi dari Asmaul Husna tersebut.

Ditambah lagi yang lebih sempurna adalah mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana Asmaul Husna diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari? Maksudnya adalah ketika kita mengetahui bahwasanya Allah Ta'ala itu memiliki nama Assami (Maha Mendengar).

Kalau kita mengetahui, memahami bahwasanya Allah Maha Mendengar aplikasinya adalah apa? Jika berbicara, berbicaralah yang baik-baik walaupun berbicaranya jeleknya itu lirih tapi jangan berbicara jelek karena walaupun lirih Allah Maha Mendengar.

Contoh:

Yang lain Allah memiliki nama Al-Bashir (yang Maha Melihat), kalau Allah Maha Melihat di mana pun kita berada maka jangan berbuat maksiat walaupun di dalam kamar mandi.

Pernah ada seorang ustaz, ada seorang preman yang dia tobat dari kepremanannya tapi dia belum bisa meninggalkan satu penyakit yang satu yaitu merokok, akhirnya suatu saat karena saking kebeletnya merokok dia minta izin sama ustaznya.

Ustaz saya minta izin merokok, kata ustaznya boleh-boleh ndak papa tapi ngerokoknya di tempat yang nggak di lihat sama Allah yah? Akhirnya dia cari di mana? Di kamar mandi, dia pikir kalau di kamar mandi tidak di lihat oleh Allah, padahal Allah punya nama Al-Bashir (yang Maha Melihat).

Jadi apakah hanya dengan membaca Asmaul Husna bisa masuk surga? Kalau hanya membaca saja tidak, tapi perlu apa? Perlu menghafal, kemudian dipahami, yang lebih tinggi yang lebih sulit yaitu adalah mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. [Ustaz Abdullah Zaen, M.A.]