Luncurkan Bus JRC di Sentul City, BPTJ Tak 'Assalaamualaikum' ke Dishub  Kabupaten Bogor

Luncurkan Bus JRC di Sentul City, BPTJ Tak 'Assalaamualaikum' ke Dishub  Kabupaten Bogor
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor kecewa kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang tanpa kordinasi meluncurkan layanan bus Jabodetabek Residence Connection (JRC) di Sentul City, Kabupaten Bogor.

Apalagi, selain di Sentul City, BPTJ yang bekerjasama dengan perusahaan bus swasta sebelumnya juga meluncurkan layana  bus JRC di halaman parkir Cibinong City Mall (CCM).

"BPTJ tidak Assalaamualaikum kepada Dinas Perhubungan (Dishub) atau Pemkab Bogor dalam meluncurkan layanan bus JRC baik itu bus PPD maupun Damri, kami jelas kecewa," kata Kepala Dishub Kabupaten Bogor Ade Yana kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).

Mantan Camat Klapanunggal ini menerangkan, penujukan  pangkalan atau sub terminal bus baik di CCM atau Sentul City tidak berdasarkan kajian yang matang.

"Baik pangkalan bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) atau sub temkinal bus Pengangkut Penumpang Djakarta (PPD) di Sentul City tidak dikaji secara matang karena bisa menimbulkan kemacetan lalu lintas apalagi disana ada Jungleland, restoran siap saji, mall dan liannya dimana tanpa ada sub terminal akses menuju pintu Tol Sentul suka macet hingga kami saat ini tidak menyetujui atau memberikan rekomendasi," terangnya.

Ade menuturkan alangkah baiknya sebelum mengeluarkan kebijakan seperti peluncuran bus JRC, BPTJ berkordinasi dengan  pemerintah daerah atau Dishub setempat.

"Walaupun mendapatkan izin dari BPTJ, angkalan bus atau sub terminal bus JRC ini tanpa kajian wilayah, kalau dari segi pangkalan atau sub terminal itu juga termasuk pelanggaran karena tidak ada dalam site plan CCM atau Sentul City," tutur Ade.

Pria asli Kecamatan Sukajaya ini melanjutkan ketimbang meluncurkan bus JRC, ia menyarankan agar BPTJ bersama Dishub membuat terminal 'feeder bus' hingga angkutan kota (angkot) tidak berlalu lintas di jalan-jalan nasional.

"Saat ini angkot dan bus antar provinsi atau transportasi massal tumpang tindih berlalu lintas di jalan-jalan nasional, agar mengurai kemacetan lalu lintas lebih baik angkut menjadi feeder bus dan BPTJ ikut membantu pemerintah daerah untuk membuat terminal feeder bus," lanjutnya.

Informasi yang dihimpun, layanan bus rute Sentul City-Blok M yang diluncurkan pada Kamis, (23/7) ini masih dalam tahap uji coba selama satu bulan ke depan, demi mengubah kebiasaan masyarakat dari sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi beralih ke transportasi massal.

BPJT di Sub Terminal Sentul City ini telah menyiapkan tiga unit bus pada pagi hari dan tiga unit bud juga pada sore hari. Setelah uji coba berjalan se­lama satu bulan, kemudian akan dievaluasi BPTJ untuk dilanjutkan atau malah dihentikan. (Reza Zurifwan)