Robert Alberts Tinggalkan Rumah Sakit

Robert Alberts Tinggalkan Rumah Sakit
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Kabar baik menghampiri Persib Bandung. Sang pelatih Robert Rene Alberts yang sempat mengalami serangan jantung, kini sudah membaik.

Bahkan pelatih asal Belanda ini sudah diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit yang sudah merawatnya sejak Selasa (21/7/2020) lalu.

Dokter Persib, Mochamad Rafi Ghani membenarkan bahwa Robert Alberts kini sudah diperbolehkan pulang. Meski demikian, Rafi memastikan pelatih berusia 64 tahun itu harus beristirahat total agar kondisinya semakin membaik. 

"Alhamdulillah coach Robert sudah diperbolehkan pulang kemarin (25/7/2020) karena kondisinya sudah membaik. Meskipun di rumah, tetap harus istirahat," kata Rafi saat dihubungi, Minggu (26/7/2020). 

Rafi mengatakan Robert Alberts dipastikan akan merasa mudah lelah. Namun, lanjutnya hal itu merupakan bagian dari masa pemulihan. 

"Coach sudah merasa lebih baik, meskipun masih merasa mudah lelah. Tapi, itu bagian dari pemulihan dan sudah meninggalkan rumah sakit," tuturnya. 

Rafi berharap masa pemulihan yang dilakukan berjalan dengan lancar. Sehingga Robert Alberts bisa kembali menangani tim yang dalam waktu dekat akan melakukan persiapan untuk menghadapi Liga 1 2020 yang akan dilanjutkan 1 Oktober mendatang.

"Karena permasalahannya sudah teratasi, semoga cepat (pulih)," harap Robert.

Sebelumnya, Robert Alberts menjelaskan kronologi serangan jantung yang dialaminya. Hal itu diungkapkannya dalam channel youtube pribadinya yang diunggah pada Kamis (23/7/2020) malam. 

"Sebelum itu saya sangat sehat, saya banyak bersepeda dengan staf ofisial dan karyawan Persib lainnya. Kita sangat menikmatinya. Dan saya merasa sangat bagus," ulas Robert.

Robert mengaku sangat nyaman dengan olahraga bersepeda yang dilakukan setiap akhir pekan itu. Namun setelah itu, pelatih berusia 64 tahun ini merasakan nyeri di bagian lengan kiri. 

"Tapi saya tidak terlalu peduli dengan itu karena itu biasa saja," bebernya.

Robert lantas menjalani operasi kuku kaki pada Senin (20/7/2020) pagi. Namun setelah itu, kondisi badannya mengalami penurunan. 

"Saya ke rumah sakit dengan dokter Rafi dan hasilnya saya tidak apa-apa," tuturnya.

Seharusnya, Robert melakukan check up yang dijadwalkan pada Selasa (21/7/2020). Namun tepat pukul 02.00 WIB, Robert merasa kondisi badannya semakin menurun. 

"Jam 03.00 pagu, lengan dada saya sakit sekali. Saya tidak tahan, saya keringetan dan saya merasa tidak nyaman," katanya.

Tepat pukul 05.00, Robert menggunakan taksi untuk bertolak ke Rumah Sakit Borromeus. Dia dinyatakan terkena serangan jantung. 

"Pihak medis membawa saya ke tempat operasi secepatnya untuk memasukan alat bantu ke jantung saya lewat nadi saya. Ada tiga arteri yang masuk ke jantung saya dan ternyata ada satu arteri yang tersumbat," bebernya.

Lalu, kata Robert, tenaga medis menggunakan alat berupa balon untuk membuka nadinya dan memasukkan benda berupa selang. 

"Setelah itu darah bisa masuk ke jantung saya lagi dan semuanya kembali normal lagi dan tentu saja ada kerusakan di jantung saya," katanya.

Robert mengucapkan banyak terimakasih kepada staf Rumah Sakit yang telah banyak membantu dan memberikan yang terbaik untuk memberikan pertolongan baginya. 

"Apa saja kerusakannya sepertinya masih bisa dikontrol.  Dan saya mungkin bisa kembali normal dalam 2 minggu tanpa olahraga, mungkin hanya olah olahraga ringan dan setelah itu kembali ke olahraga-olahraga yang biasa," ucap Robert. 

Meski demikian, Robert memastikan akan bersabar untuk melakukan seluruh kegiatan. Sebab dia memiliki keinginan kuat untuk pulih. 

"Saya ingin sekali kembali ke lapangan dalam dua minggu. Saya harap kita bisa latihan lagi dalam waktu dua minggu kedepan. Setidaknya bulan Agustus kita bisa mulai dan siap-siap dalam dua bulan ke depan sebelum Liga dimulai bulan Oktober," harapnya.

Robert juga mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh orang yang telah mendoakan kesembuhannya. Dia senang lantaran sangat banyak yang menunjukan kepeduliannya. 

"Sangat senang sekali bisa melihat mereka peduli dan mendoakan saya lekas sembuh. Dan itu sangat menyemangati saya untuk bisa kembali lagi dan Persib Bandung bisa mendapatkan musim terbaiknya. Terutama di situasi seperti ini di seluruh dunia dan kita masih bisa menikmati hidup dan berbahagia," kata Robert mengakhiri. (Muhammad Ginanjar)