SWI Desak PT Jouska Hentikan Kegiatan Investasi Ilegal

SWI Desak PT Jouska Hentikan Kegiatan Investasi Ilegal
istimewa

INILAH, Bandung - Dalam pertemuan virtual, Satgas Waspada Investasi (SWI) memanggil PT Jouska Finansial Indonesia yang dihadiri Aakar Abyasa selaku pemilik dan pemimpin serta pengurus Jouska lainnya. 

Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan untuk merespons secara dini pengaduan masyarakat yang merasa dirugikan PT Jouska. Dia menegaskan, ditemukan fakta mengenai legalitas dan model bisnis Jouska. 

Antara lain, PT Jouska mendapatkan izin di Online Single Submission (OSS) untuk kegiatan jasa pendidikan lainnya. Dalam operasinya, PT Jouska melakukan kegiatan seperti penasehat investasi sebagaimana dimaksud dalam UU Pasar Modal yaitu pihak yang memberi nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian efek dengan memperoleh imbalan jasa.

"PT Jouska melakukan kerja sama dengan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia dalam pengelolaan dana nasabah seperti kegiatan manajer investasi," kata Tongam dalam rilis yang diterima, akhir pekan lalu.

Dia menegaskan, berdasarkan temuan rapat tersebut SWI mengeluarkankeputusan untuk menghentikan kegiatan PT Jouska Finansial Indonesia yang melakukan kegiatan usaha sebagai penasehat investasi dan/atau agen perantara perdagangan efek tanpa izin. 

Selain itu, pihaknya menghentikan kegiatan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia yang diduga melakukan kegiatan penasehat investasi, manajer investasi atau perusahaan sekuritas tanpa izin. 

"Kita pun melakukan pemblokiran situs, web, aplikasi dan medsos ketiga perusahaan tersebut melalui Kemenkominfo," ujarnya.

Tongam pun meminta PT Jouska bertanggungjawab menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi dengan nasabah secara terbuka dan mengundang nasabah untuk diskusi menyelesaikan masalah tersebut. 

"Masyarakat yang merasa dirugikan diminta agar menghubungi PT Jouska. Kita saat ini sedang membangun pasar modal yang kredibel dan terpercaya. Masyarakat yang ingin melakukan investasi di pasar modal agar selalu meneliti izin kegiatan perusahaan baik sebagai penasehat investasi, manajer investasi atau perusahaan sekuritas,” jelasnya.

Tongam menambahkan, jika masyarakat menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, dapat mengonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 (WA 081157157157) pada jam dan hari kerja, serta email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id. (*)