Sambil Tunggu Regulasi Turunan, Purwakarta Gencar Sosialisasikan Wajib Masker

Sambil Tunggu Regulasi Turunan, Purwakarta Gencar Sosialisasikan Wajib Masker
dok/inilahkoran

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi guna mendorong kebiasaan baru masyarakat di wilayah tersebut. Salah satunya, kebiasaan memakai masker dalam beraktivitas di luar ruangan. Terlebih, saat ini Pemprov Jabar telah menyiapkan aturan untuk memberlakukan wajib masker untuk seluruh masyarakat di Jabar.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu regulasi turunan dari Pemprov Jabar terkait pemberlakuan aturan tersebut. Kendati begitu, sejak beberapa hari terakhir jajarannya melalui Tim Gugus Tugas percepatan penanggulangan covid-19 setempat telah memulai sosialisasi aturan tersebut. Mengingat, aturan tersebut rencananya akan diberlakukan mulai 27 Juli esok hingga 14 hari kedepan.

“Kami masih menunggu regulasi turunannya dari pemprov,” ujar Anne kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Anne menuturkan, dalam upaya pencegahan termasuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini butuh kerjasama semua lapisan masyarakat. Sejauh ini, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut. Salah satunya, mendorong penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah sambung Anne, meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas selama masa tanggap corona. Aturan ini juga harus dijalankan oleh seluruh pegawai di lingkungan pemerintahan tanpa kecuali.

“Dalam upaya antisipasi ini, seluruh pihak tanpa kecuali harus turut terlibat untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya, dengan selalu menggunakan masker selama beraktifitas di luar,” kata Anne.

Karena, menurutnya, hal itu bisa menjadi bagian dari upaya meminimalisasi penyebaran virus termasuk corona. Khusus masyarakat umum, pihaknya dari awal telah membuat zonasi mana saja wilayah yang wajib menggunakan masker.

“Kalau sudah ada aturan dari Pemprov-nya, penerapan wajib masker ini akan diberlakukan di seluruh wilayah. Tapi, pengawasan akan lebih ditekankan di titik-titik keramaian yang aktivitas masyarakatnya tinggi. Misalnya pusat perbelanjaan dan lokasi wisata,” tambah dia.

Anne berharap kepada seluruh masyarakatnya, supaya aturan tersebut bisa dijalankan sebagaimana mestinya. Ini, demi kebaikan bersama. Untuk maskernya, bisa menggunakan yang berbahan kain. Sehingga bisa digunakan berkali-kali.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan memberlakukan sanksi kepada masyarakat yang tak menggunakan masker saat beraktivitas. Yakni, berupa denda Rp 150 ribu. Selain denda nominal, ada juga denda berupa kurungan badan dan kerja sosial. (Asep Mulyana)