Pilbup Bandung 2020, Partai Nasdem Resmi Usung Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan

Pilbup Bandung 2020, Partai Nasdem Resmi Usung Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan
istimewa

INILAH, Bandung - Partai Nasdem resmi mengusung pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan pada Pilkada Kabupaten Bandung pada Desember 2020 mendatang. Pemberian SK rekomendasi dari DPP pun diberikan Ketua DPW Nasdem Jabar Saan Mustopa pada Jumat (24/7/2020) malam.

Pemberian surat rekomendasi dilakukan Saan Mustopa didampingi Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bandung Agus Yasmin di Kantor DPW Partai Nasdem Jawa Barat. Surat rekomendasi itu diterima langsung Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan. 

Pengusungan pasangan Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan itu juga menjadi sebuah jawaban kesepakatan antara tiga partai yang telah membangun koalisi di Kabupaten Bandung. Ketiga partai tersebut yaitu Partai Nasdem, PKB, dan Partai Demokrat.

Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bandung Agus Yasmin mengatakan, penyerahan rekomendasi oleh DPP Partai Nasdem harus diimplementasikan serta diwujudkan dengan sebuah kemenangan masyarakat Kabupaten Bandung. Sebab, banyak masyarakat Kabupaten Bandung yang menginginkan adanya perubahan kepemimpinan di Kabupaten Bandung.

"Nasdem, PKB, dan Demokrat sangat memahami kejenuhan masyarakat dan  menginginkan adanya poros politik baru menggantikan rezim penguasa yang sudah puluhan tahun menguasai Kabupaten Bandung," kata Agus Yasmin Minggu (26/7/2020).

Agus menuturkan, keluarnya rekomendasi dari DPP Partai Nasdem merupakan hasil jalan panjang komunikasi dengan semua partai politik selama ini. Dengan diusungnya Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan, omenjadi penanda langkah konkret menjawab asa masyarakat Kabupaten Bandung. 

"Kesuksesan di Pilkada Kabupaten Bandung tentu tidak lepas suksesnya kerja politik di lapangan. Dimana dibutuhkan kesolidan dan kesungguhan. Ini menjadi pengalaman berharga menuju komitmen menjadi peserta Pilkada dengan mendaftarkan kader ke KPUD," ujarnya. 

Dia menuturkan, dengan puluhan tahun rezim menguasai Kabupaten Bandung tentu menjadi faktor dimana masyarakat sungkan untuk menyatakan perbedaan secara terbuka. Oleh karena itu, partai politik memiliki kewajiban sebagai garda terdepan untuk tampil mengambil kekuasaan untuk diserahkan ke masyarakat agar kembali berdaulat atas kelangsungan hidup demokrasi yang seutuhnya.

Agus melanjutkan, sudah bukan menjadi rahasia lagi jika kebutuhan bersama masyarakat Kabupaten Bandung melawan monarki yang ingin melanggengkan 25 tahun kekuasannya. Ia juga mengklaim jika masyarakat sangat jengah melihat APBD yang nominalnya hampir Rp80 triliun dikuasai dan dikelola oleh satu keluarga yang sama. 

"Melihat berbagai fakta itu, kerja politik parpol adalah mengantar harapan itu dalam sebuah sistem pilkada. Jadi kerja kita ya kerja menguatkan harapan masyarakat dengan membangun silaturahmi," kata Agus. (Dani R Nugraha)