Kemenperakraf Kembalikan Kepercayaan Wisatawan di Massa Pandemi

Kemenperakraf Kembalikan Kepercayaan Wisatawan di Massa Pandemi
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat guna pemulihan pariwisata di masa pandemi Covid-19 dinilai sangat penting. Pasalnya, bila para pelaku pariwisata mampu memberikan rasa aman terhadap pengunjungnya maka geliat ekonomi di sektor pariwisata bakal terasa.

Hal itu pula yang sedang didorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf). Di mana membangun kembali kepercayaan masyarakat menjadi salah satu strategi pemulihan sektor pariwisata.

Direktur Kajian Strategis Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Rusiawan mengatakan, upaya membangun kembali kepercayaan di sektor pariwisata tersebut bukan hanya untuk wisatawan domestik  

"Tapi juga mancanegara," ujar Wawan di sela kegiatan Gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA)) di kawasan Curug Dago, Bandung, Sabtu (25/7/2020).

Wawan menyampaikan, pihaknya gencar menyosialisasikan Gerakan BISA kepada para pelaku pariwisata dan masyarakat luas. Melalui gerakan tersebut, pihaknya yakin sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 bisa segera bangkit dan kembali pulih.

"Gerakan BISA ini juga konsern terhadap kesehatan. Bagaimana kesehatan menjadi modal utama dalam strategi pemulihan pariwisata di masa pandemi Covid-19," tegasnya.

Gerakan tersebut, berupaya menghadirkan destinasi wisata yang bersih, aman, indah, dan sehat. Di mana melibatkan pemerintah bersama legislatif, pelaku pariwisata. Dengan begitu wisatawan pun percaya untuk kembali mendatangi destinasi wisata.

Dalam kegiatan yang digelar hingga Minggu (26/7/2020) itu, pihaknya juga berharap, Gerakan BISA menjadi budaya masyarakat Indonesia yang gemar kebersihan dan keindahan. Sehingga, ketika pandemi Covid-19 mulai turun, seluruh destinasi wisata siap menerima kembali wisatawan.

"Diharapkan, gerakan ini bisa massif dan memberikan kepercayaan bahwa berbagai destinasi wisata sudah mulai dapat dikunjungi," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah yang turut hadir dalam kegiatan itu menekankan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dia menegaskan, para pengelola destinasi wisata juga harus menaati seluruh protokol pencegahan Covid-19.

Pengelola destinasi wisata harus menyediakan fasilitas, seperti tempat cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. Selain itu, kebersihan lingkungan destinasi wisata pun harus menjadi prioritas serta protokol jaga jarak harus tetap diperhatikan.

"Kita gak bisa gegabah langsung membuka destinasi tanpa ada kesiapan. Pembicaraan kita dengan kementerian pariwisata, yang paling kita tekankan adalah destinasinya harus siap dengan sejumlah peraturan yang ketat," tegasnya.

Ledia mengapresiasi gerakan BISA yang fokus menyasar destinasi wisata tidak berbayar atau publik space di Jabar tersebut. Terlebih, kata Ledia, Jabar pun kini tengah gencar menyosialisasikan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Sambil menunggu semua destinasi wisata dibuka, kita sudah mulai melakukan gerakan bebersih ini. Jadi, kita harus sudah membiasakan diri karena Covid-19 ini memberikan pembelajaran besar buat kita untuk berperilaku bersih, saat di luar maupun di dalam area wisata," tandasnya.

Kegiatan Gerakan BISA yang digelar di kawasan Curug Dago tersebut diikuti ratusan pelaku wisata dan masyarakat. Mereka bergotong royong membersihkan area Curug Dago yang cukup digandrungi masyarakat sebelum pandemi Covid-19 melanda. (Rianto Nurdiansyah)