Mantul, Politeknik STTT Bandung Pelopori Penyelenggaraan Pemilu Online

Mantul, Politeknik STTT Bandung Pelopori Penyelenggaraan Pemilu Online

INILAH, Bandung - Keluarga Mahasiswa (KM) Politeknik STTT Bandung menyelenggarakan pemilihan umum mahasiswa (Pemilu) secara online. Hal ini dilakukan sebagai bentuk inovasi dalam meregenerasi organisasi mahasiswa di era new normal.

Ketua Pelaksana Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Luthfi Alman Farisi mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa untuk tetap melanjutkan roda organisasi ketika pandemi COVID-19.

“Kami harus tetap melaksanakan pemilu mahasiswa meskipun kegiatan kemahasiswaan di dalam kampus masih dibatasi. Akhirnya berkat dukungan seluruh mahasiswa, kami dapat menyelenggarakan pemilu secara online” kata Alman, Senin (27/7/2020).

Alman juga mengungkapkan mahasiswa yang terdaftar sebagai partisipan sebanyak 636 mahasiswa dari 3 jurusan berbeda yakni teknik tekstil, kimia tekstil, dan produksi garmen. Penyelenggaraan pemilu mahasiswa online pun dilaksanakan pada tanggal 22 Juli lalu.

“Metode pemilu online ini dengan menggunakan google form. Mahasiswa tinggal memasukkan nomer mahasiswa dan password sehingga bisa masuk ke pemilihan umum” ujar Alman.

Ketua Komisi II Majelis Pemusyawaratan Mahasiswa (MPM) Wirda Hidayah Azzahra menjelaskan persiapan pemilu online ini disiapkan selama 1 bulan penuh. Ini menjadi tantangan untuk panitia karena mempersiapkan segala sesuatunnya dengan jarak jauh.

“Karena kampus ditutup sementara, kami harus selenggarakan secara online. Pemilu dengan format seperti ini harus dapat dikembangkan di tahun-tahun berikutnya” kata Wirda.

Sebelumnya, panitia KPUM KM-Politeknik STTT Bandung sudah merilis tanggal pelaksanaan Pemilu dari 16 Maret-27 April. Namun, wabah virus corona mengharuskan kegiatan kemahasiswaan yang didalam kampus ditiadakan sementara.

Wirda juga menambahkan bahwa organisasi mahasiswa harus dijalankan tetap dijalankan. Pandemi COVID-19 bukan menjadi alasan dibalik non-aktifnya organisasi.

“Organisasi harus cepat beradaptasi. Kalau tidak, organisasi bisa mati. Kampus juga membutuhkan organisasi mahasiswa sebagai bahan pertimbangan keputusan manajemen” ujar Wirda.

Dengan pemilu ini, terpilihlah formateur eksekutif mahasiswa KM-Politeknik STTT Bandung. Reyno Rizki Arwiandanu dan Cyanisa Novi Demareanti sebagai formateur dan mid-formateur Himpunan Mahasiswa Barang Jadi Tekstil (HM-BJT), Akbar Yuzar Gurnita dan Hilda Pramesty Widiana sebagai formateur dan mid-formateur Himpunan Kimia Tekstil (Himakit), Fajmi Rosahidin dan Yumna Hayyu Diniswari sebagai formateur dan mid-formateur Himpunan Mahasiswa Teknik Tekstil (Himatteks) dan Adhitiya Kemal Pratama Saepudin dan Dhonnny Fatwa Ammarul Akbar sebagai formateur dan mid-formateur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). (okky adiana)