Warga Tak Pakai Masker, Polisi Kedepankan Sanksi Sosial

Warga Tak Pakai Masker, Polisi Kedepankan Sanksi Sosial
istimewa

INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tindakan pendisiplinan terhadap warga yang kedapatan tidak menggunakan masker di tempat umum.

Rencananya Denda senilai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu berlaku mulai hari ini, Senin (27/7/2020), untuk warga yang tidak menggunakan masker.

Mennaggapi hal tersebut, Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya akan lebih mengedepankan sanksi sosial terlebih dahulu sebelum sanksi denda. Pasalnya, lanjut Ulung, sanksi denda sangatlah sulit diterapkan pada situasi ekonomi masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

"Sanksi sosial kita kedepankan. Misalnya kita suruh menyapu. Kalau denda, ditengah situasi ini terlalu ini yah (berat). Kita lebih ke sanksi sosial misalnya tidak bawa uang, yang kita kenakan sanksi sosial," ucap Ulung saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut, Ulung mengungkapkan, sebelum pada tahap pemberian sanksi sosial. Pihaknya terlebih dahulu akan memberikan teguran lisan serta himbauan.

"(Wajib masker) sudah berlaku. Saat ini kita sosialiasikan dulu. kita razia kalau dapat masyarakat yang tidak gunakan masker, kita berikan masker dan sampaikan sosialisasi," pungkas Ulung.

Untuk diketahui, wancana Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penerapan sanksi denda menuai pro dan kontra. Salah satunya dari Pengamat Kebijakan publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Cecep Darmawan yang menilai kebijakan sanksi denda Rp. 150 Ribu bagi masyarakat yang tidak memakai masker tidak tepat. Pasalnya, sanksi tersebut tidak sesuai dengan prinsip keadilan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pemberlakuan denda ini dilakukan karena dari pengamatan dan laporan yang diterimanya, masih banyak masyarakat yang acuh dan tidak menggunakan. Padahal, masker merupakan satu diantara upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19. (Ridwan Abdul Malik)