Dadang Supriatna Loncat Pagar, Gak Usah Dipermasalahkan Lah!

Dadang Supriatna Loncat Pagar, Gak Usah Dipermasalahkan Lah!
istimewa

INILAH,Bandung- Bakal calon Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta pihak DPD Partai Golkar tidak terlalu mempermasalahkan dirinya yang "loncat pagar" ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Alangkah lebih baik semua pihak untuk introspeksi dan koreksi diri sendiri.

"Setiap partai punya AD ART, saya rasa tidak usah dipermasalahkan terlalu jauh. Tinggal koreksi dan introspeksi lah," kata Dadang saat ditemui disela peringatan Harlah PKB ke 22 di Kampung Mahmud Desa Mekarrahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung, Senin (27/7/2020).

Dikatakan Dadang, setiap orang tentunya memiliki harapan dan keinginan. Selain itu, tentu semua orang juga diperbolehkan melakukan langkah langkah selama itu tidak melanggar. Serta demi kebaikan Kabupaten Bandung, ia menguatkan diri untuk tetap melangkah maju sebagai calon bupati Bandung meski partai yang sejak dulu ia bernaung tak memberikannya rekomendasi.

"Saya ini kan  menunggu skenario dari Alloh SWT. Kemudian ada harapan dan keinginan dari masyarakat, para tokoh dan alim ulama meminta saya untuk berangkat (maju mencalonkan diri) jadi apa boleh buat saya Lilahitaala," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Litbang DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Yanto Setianto menyayangkan sikap Dadang Supriatna yang dikabarkan telah mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai calon Bupati Bandung sekaligus menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) langsung dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar beberapa waktu lalu. Yanto menilai Dadang Supriatna telah melanggar aturan partai dan mengingkari pakta integritas.

Yanto mengatakan ada beberapa hal yang secara hukum DS dianggap telah diberhentikan secara tidak hormat oleh Partai Golkar.

"Pertama waktu penyampaian visi-misi sebagai peserta penjaringan bakal calon bupati dari partai Golkar, telah menandatangani fakta integritas akan mematuhi AD/ART partai dan akan menerima keputusan hasil konvensi. Jika tidak, maka aturannya harus berhenti dari keanggotaan partai golkar," kata Yanto, Jumat (24/7/2020).(rd dani r nugraha).