Tiga Pemuda Mabuk Pengeroyok Polisi Hingga Bonyok Diciduk

Tiga Pemuda Mabuk Pengeroyok Polisi Hingga Bonyok Diciduk
istimewa

INILAH,Bandung-Seorang petugas kepolisan yang menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mengalami luka luka setelah dikeroyok sejumlah pemuda yang tengah mabuk, Sabtu (25/7/2020).

Petugas kepolisian yang diketahui warga Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay dan  bernama Brigadir Iwan Handayana (42) itu dianiaya di Kampung Kerenceng, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah setelah berupaya membubarkan para pemuda yang tengah menggelar pesta miras.

"Kejadiannya pukul 23.00 WIB. Yang dianiaya bukan hanya petugas kepolisian saja, aparat desa juga mengalami hal yang sama," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan saat gelar perkara di Mapolresta Bandung, Soreang, Senin (27/7/2020). 

Kronologi kejadian penganiayan itu, kata Hendra, berawal saat Iwan tengah memenuhi undangan dari Kepala Desa Bojongmalaka. Saat itu, Iwan dan parat desa lainnya mendengar ada keributan sekitar 300 meter dari lokasi Kantor Desa Bojongmalaka. 

Iwan dan seorang aparat desa kemudian mendatangi sumber suara keributan itu dan mendapati ada 8 orang yang tengah pesta minuman keras jenis tuak. Melihat adanya pesta miras, Iwan kemudian menegur mereka.

"Ketika diperingatkan, tiga orang pemuda justru melakukan perlawanan dengan menganiaya petugas dan aparat desa dengan menggunakan batu. Saudara Iwan mengalami luka di pelipis sebelah kanan," katanya.

Beruntung, kata Hendra, saat terjadinya penganiayaan Polsek Baleendah tengah melakukan patroli. Sehingga pelaku penganiayaan langsung diringkus polisi.

"Ada tiga orang yang berstatus tersangka dan sudah diamankan. Dua orang sudah dewasa dan seorang lagi anak di bawah umur. Yang dewasa ini berinisial MS (30) dan AM (19). Kami masih proses memberikan penindakan hukum ke anak dibawah umur ini," ujarnya.

Menurut Hendra, kedua tersangka bertatus orang dewasa itu dikenai pasal berlapis. Yaitu Pasal 170 KUHPidana tentang penganiaayan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Juga Pasal 212 KUHPidana tentang melawan petugas kepolisian dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Sementara itu, kelima orang lainnya juga akan mendapatkan hukuman dari polisi akibat membiarkan penganiayaan itu terjadi tanpa ada yang menghentikan. "Yang lainnya akan kami terapkan pasal pembiaran sehingga petugas menjadi korban," ujarnya.

Dikatakan Hendra, usai melakukan penangkapan tersangka, polisi langsung melakukan razia disebuah warung di wilayah Kecamatan Banjaran yang dijadikan tempat para pemuda membeli tuak. Dari hasil razia, polisi berhasil menyita 8 jerikan berisi tuak dari warung itu. 

"Penganiayaan yang dilakukan para pemuda itu akibat pengaruh dari tuak. Miras ini bisa mempengaruhi perilaku seseorang," katanya.

Karena keberaniannya dalam melaksanakan tugas, Brigadir Iwan Hendayana dan aparat Desa Bojongmalaka bernama Anan itu, mendapatkan penghargaan dari Kapolresta Bandung, Kombespol Hendra Kurniawan. Penghargaan diberikan langsung oleh Kombespol Hendra Kurniawan saat apel pagi di Lapangan Mapolresta Bandung di Soreang. (rd dani r nugraha).