Edisis Akui Tomtom Minta 'Jatah' Pekerjaan RTH

 Edisis Akui Tomtom Minta 'Jatah' Pekerjaan RTH
Mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penyelewengan anggaran RTH Kota Bandung TA 2012-2013, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (27/7/2020). (Bambang Prasethyo)

INILAH, Bandung- Mantan Sekda Kota Bandung Edi Siswadi akhirnya mengakui ada permintaan jatah pengadaan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari terdakwa Tomtom Dabul Qomar saat menjabat sebagai ketua harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung.

Edi mengakui hal tersebut setelah didesak oleh anggota JPU KPK Budi Nugraha dalam sidang lanjutan kasus dugaan penyelewengan anggaran RTH Kota Bandung TA 2012-2013, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (27/7/2020).

Awalnya  mantan orang nomor tiga di Pemkot Bandung itu hanya mengakui  ada pertemuan dengan Tomtom di ruang kerjanya untuk membicarakan deskripsi postur anggaran untuk APBD murni 2012. Berdasar hasil evaluiasi.

Namun, setelah Budi membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) No 7 milik Edisis, yang intinya berbunyi “Ada permintaan pagu anggaran, dan Tomtom meminta meminta jatah lahan pengerjaan RTH.

”Saat itu saudara (Edi) mengatakan silakan saja mengenai turun-naik anggaran Banggar mempunyai hak. Sedangkan masalah pengerjaan silakan saja atur dengan SKPD,” kata Budi.

”Iya benar,” singkat Edi.

”Kalau begitu saudara dari awal sudah tahu bakal ada kenaikkan anggaran,” kata Budi lagi.

Budi pun kemudian memperlihatkan tulisan rincian penganggaran ke infokus di ruang persidaanga. Dalam tulisan tangan tersebut, tercatat beberapa lokasi yang akan dibebaskan dengan lengkap dengan jumlah nominalnya. Setelah rincian ada keterangan untuk  jatah pekerjaan sesuai proporsi dengan kesepakatan Ket?

”Yang dimaksud dengan proporsi kesepakatan dengan Ket itu adalah ketua TAPD yakni saudara sebagai saksi bukan,” tanya Budi.

Edi pun mengaku lupa lagi, begitu juga dengan tulisan mengenai rincian lahan dengan jumlah anggaran yang akan dibebaskan. (Ahmad Sayuti)