Jaminkan Rumah Istrinya, Edi Siswadi Menangis

Jaminkan Rumah Istrinya, Edi Siswadi Menangis
Foto: Bambang Prasethyo

INILAH, Bandung - Di ruang persidangan Edi Siswadi menangis. Dia terbata-bata saat menerangkan sebuah rumah plus sertifikat yang dijaminkannya kepada KPK untuk mengganti kerugian negara akibat penyelewengan anggaran RTH Kota Bandung.

Setelah berkonsultasi dengan penyidik KPK, Edi mengaku menjaminkan rumah beserta sertifikat miliknya. Edi pun tidak mengetahui apakah itu cukup atau tidak, namun jika ada kelebihan dia minta dikembalikan sisanya.

”Padahal rumah itu tidak ada kaitannya sama sekali. Itu rumah istri, hibah dari orangtuanya. Karena tidak mau melihat suaminya susah, dia pun merelakannya,” katanya di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (27/7/2020).

Saat menjadi saksi di persidangan, Edi mengaku dari total cek Rp10 miliar yang diterimanya dari tersangka Dadang Suganda alias Demang (berkas terpisah), yang dipakai kepentingan pribadi hanya Rp2,8 miliar.

”Yang saya pakai untuk Pilkada hanya Rp2,8 miliar, sisanya untuk kepengurusan kasus bansos,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, uang Rp7,2 miliar itu dipakai selain untuk membayar pengacara juga untuk keperluan pembayaran uang ganti rugi. Semua uang itu bersumber dari RTH, dan dirinya tidak pernah memberitahukan itu kepada Wali Kota Dada Rosada.

”Sebagai bawahan yang loyal, meskipun tidak diperintahkan secara langsung. Saya tetap harus mencarinya,” ujarnya. (Ahmad Sayuti)