Pelepasan KKN DR UIN Bandung Masa Covid-19 Dilakukan Secara Virtual

Pelepasan KKN DR UIN Bandung Masa Covid-19 Dilakukan Secara Virtual
istimewa

INILAH, Bandung - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung pada kanal Youtube Humas UIN SGD Bandung.

Rektor UIN SGD Bandung Mahmud mengajak seluruh civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, kendati dalam suasana wabah coron masih bisa melakukan kegiatan.

"Hari ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M) melakukan kegiatan pelepasan kuliah kerja nyata dari rumah tahun 2020 di masa Covid-19. Kegiatan ini merujuk pada SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran tahun akademik 2020/2021. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri dalam Negeri membuat komitmen bersama terkait dengan persoalan proses pembelajaran dalam situasi Covid," ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Menurutnya, kesehatan dan keselamatan pendidik menjadi prioritas utama. Karena itu kuliah dilaksanakan dengan daring. Sebab tidak ada yang menjamin wabah bisa hilang dari lingkungan, maka KKN yang juga karena sudah memasuki masanya berdasarkan kalender akademik, tidak mungkin bisa dihilangkan atau mundurkan sebab risikonya ketika dimundurkan mahasiswa terlambat menyelesaikan studi.

"Padahal kalau terlambat studi tentu akan merepotkan mahasiswa, orang tua mahasiswa, termasuk lembaga terkait akreditasi. Jadi banyak pihak yang kita selamatkan dengan adanya kegiatan KKN DR Sisdamas," jelasnya.

Sedangkan, Ketua LP2M Husnul Qodim menjelaskan KKN DR Sisdamas berlangsung dari tanggal 25 Juli sampai 31 Agustus 2020. Kegiatan ini diikuti 5.502 mahasiswa yang terdiri dari Fakultas Ushuluddin sebanyak 571 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (1.130), Fakultas Syariah dan Hukum (762), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (851), Fakultas Adab dan Humaniora (548), Fakultas Psikologi (166), Fakultas Sians dan Teknologi (542), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (446), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (486). (Okky Adiana)