Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Baru Berlaku Pekan Depan

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Baru Berlaku Pekan Depan
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan sanksi untuk para pelanggar protokol kesehatan Covid-19 resmi berlaku pada Senin (27/7/2020) kemarin. Namun, sanksi berupa denda akan berlaku pada pekan depan.

Hal tersebut disampaikan Ridwan Kamil usai menghadiri rapat koordinasi penangangan virus corona atau Covid-19 di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-hatta, Kota Bandung, Selasa (28/7/2020).

"Minggu ini sudah dimulai Pergub sudah saya tandatangani terkait sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Tidak akan langsung dilakukan pendendaan tujuh hari ini lebih kepada teguran dahulu," ucap Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.

Emil menyebutkan, sanksi berupa denda bukan hanya bersifat untuk individu saja atau denda terkait penggunaan masker, tetapi mencakup kegiatan usaha, institusi pendidikan, sosial budaya, dan moda transportasi umum. Besaran dendanya pun bervariatif, mulai dari Rp100-500 ribu.

"Tidak melulu urusan individu, Pergub ini mengatur pelanggaran di tempat kerja, di tempat pariwisata, transportasi dan kegiatan sosial budaya. Jadi jangan ditulisnya hanya untuk masker, sanksi itu nanti juga mencakup kalau ada kegiatan resepsi yang melanggar aturan itu disanksi terus di level skala lebih besar itu juga ada," ungkap Emil.

Khusus untuk pelanggaran protokol kesehatan di level individu, Emil menuturkan, pada pekan ini sanksi yang diberikan sifatnya masih sanksi sosial. Artinya, masyarakat yang kedapatan tidak mengindahkan protokol kesehatan, akan diberikan teguran terlebih dahulu.

"Nanti pas negur juga masih baik hati kasih masker juga, hukuman sosial yang dilakukan variasinya terserah oleh petugas di lapangan, baru lewat tujuh harilah nanti sanksi administrasi," pungkas Emil. (Ridwan Abdul Malik)