Kajari Sumber Cirebon Akan Libas Siapapun Penyalahgunaan Alsintan

Kajari Sumber Cirebon Akan Libas Siapapun Penyalahgunaan Alsintan
  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumber Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan dari Kementerian Pertanian RI,  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumber Kabupaten Cirebon, Tommy Kristanto mengaku akan menuntaskan kasus tersebut. Siapapun yang terlibat, termasuk Kadis Pertanian dan Kabidnya, pasti akan 'dilibas'. 

Hal itu mengacu saat ekspos Kejari terkait dua kasus tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan Alsintan, beberapa waktu lalu. Terungkap, atas kasus pertama yaitu dugaan penyalahgunaan bantuan traktor roda dua, sudah ada pejabat dari Distan yang ditangkap yakni inisial FF. 

Sedangkan untuk kasus kedua  juga hampir sama. Kasusnya adalah penyalahgunaan bantuan Alsintan, berupa dua unit traktor roda empat dari Kementerian RI tahun 2018. Kejari sudah menetapkan tersangka inisial P yang juga ASN di lingkungan Distan setempat. Kajari menyebut, mekanisme bantuan itu pastinya diusulkan atau diajukan oleh dinas yang menjadi leading sektornya. Yang dalam hal ini Distan setempat.

"Dinas itu kan kepalanya, kepala dinas secara formalitas pasti kepala dinas yang mengusulkan," kata Tommy beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, bisa saja secara formalitas dalam hal administrasinya sudah benar hingga sampai turun bantuan yang diusulkan ke Kementerian Pertanian RI tersebut. Namun, temuan pihaknya, sejauh ini, materil dari bantuan yang dimaksud telah disalahgunakan di bawah. 

"Sementara masih kita dapati fakta seperti itu. Tapi nanti kita coba gali lagi tentang pihak-pihak lain selain tersangka.  Kalau memang terbukti benar saya akan tuntaskan, karena ini sudah berkaitan juga  dengan azaz keadilan," ujar Tommy.

Ia menjelaskan, dari dua kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani, membuktikan  Kejari Kabupaten Cirebon tidak hanya berkutat mengusut penyalahgunaan bantuan dari Kementerian Pertanian RI ke Distan saja. Tetapi juga mengusut bantuan dari kementerian ke kelompok tani yang diduga disalahgunakan.

"Pada intinya kami berusaha tetap profesional terhadap perkara-perkara yang kami tangani. Kami berharap tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini. Karena pada dasarnya, penanganan kasus korupsi harus menjadi contoh supaya tidak terjadi lagi hal yang sama," jelasnya.

Sedangkan Kadistan Kabupaten Cirebon, Ali Efendi saat dikonfirmasi mengaku, tindak pidana korupsi yang ditangani Kejari yang sudah menetapkan tersangka P, sudah tahu dari media sebelumnya. Ali juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersebut ke kejaksaan.

“Kita serahkan saja prossesnya ke Kejaksaan, karena ini sudah menjadi ranahnya Kejaksaan. Benar, inisial P adalah Kepala UPT Waled. Saya juga sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kejadian ini merupakan teguran dan pelajaran untuk kami,” ungkapnya

Anehnya, saat disinggung terkait bagaimanan mekanisme turunnya bantuan Alsintan tersebut, Ali mengaku tidak mengetahuinya secara persis. (maman suharman)
Attachments area