Kredit BJB Tumbuh 9,8 Persen

Kredit BJB Tumbuh 9,8 Persen
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Di masa pandemi Covid-19 ini, kinerja bisnis PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) tetap tercatat tumbuh positif. Hingga triwulan II 2020, laba bersih yang diraup mencapai Rp808 miliar.

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, catatan positif yang dibukukan perseroan ini berhasil diperoleh berkat respons cepat perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan situasi bisnis.

Menurutnya, BJB menorehkan prestasi dengan berhasil mempertahankan pertumbuhan positif sepanjang triwulan II 2020. Laba bersih perusahaan tetap mampu tumbuh di tengah perlambatan ekonomi global akibat tantangan pandemi Covid-19. Tercatat, selain laba bersih yang positif itu total nilai aset yang dimiliki BJB pun tumbuh sebesar 3,8% (yoy) menjadi Rp125,3 triliun.

“Sektor kredit yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba tumbuh 9,8%, berada diatas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional data per-April 2020 yaitu sebesar 5,82%. Total jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp85,8 triliun,” kata Yuddy saat Analyst Meeting Triwulan II 2020 BJB, Selasa (28/7/2020).

Dia menuturkan, sejauh ini tingkat risiko dapat terkelola dengan baik yang mencerminkan terjaganya kualitas penyaluran kredit perusahaan dengan rasio kredit macet (NPL) di angka 1,6% atau turun 14 poin (yoy). Catatan NPL ini diakuinya jauh lebih rendah ketimbang catatan kredit macet rata-rata bank nasional hingga April 2020, yakni 2,89%. Bahkan lebih baik dibandingkan dengan NPL triwulan sebelumnya sebesar 1,65%.

“Keberhasilan mempertahankan tren pertumbuhan di tengah situasi serba menantang seperti saat ini juga ikut didorong solidnya kondisi internal perusahaan. Setiap bagian dalam perusahaan saling berbagi peran dalam mendorong semua lini usaha BJB agar tetap dapat menorehkan pertumbuhan berkualitas,” jelasnya.

Yuddy menyebutkan, pertumbuhan positif tersebut diikuti dengan upaya perseroan untuk mendukung langkah pemerintah dalam agenda percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Seperti diketahui, BJB baru saja mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu bank penerima simpanan dana pemerintah. Perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk disalurkan kepada sektor-sektor produktif baik ke segmen UMKM ataupun komersial.

Dukungan BJB tersebut diharapkan dapat mendorong menghidupkan urat nadi ekonomi masyarakat yang sempat melemah karena terdampak pandemi Covid-19. Langkah ini melengkapi rentetan dukungan BJB lainnya dalam mengatasi dampak ekonomi Covid-19. BJB tercatat sebagai salah satu bank yang paling awal dalam penerapan kebijakan restrukturisasi kredit kepada nasabah yang terdampak kesulitan akibat Covid-19. Perseroan juga tetap menyelenggarakan kegiatan pembinaan pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM via Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Pesat) dan program lainnya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. (dnr)