Pemkot Bandung Minta Masyarakat Ambil Bantuan JPS

Pemkot Bandung Minta Masyarakat Ambil Bantuan JPS

INILAH, Bandung  - Kepala Bidang Pengendalian, Data, dan Evaluasi Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Susatyo Triwilopo menyampaikan hingga saat ini masih ada masyarakat yang belum mengambil bantuan berupa uang tunai jaring pengaman sosial (JPS) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, baik itu melalui bank atau pun Kantor Pos.

Padahal, sambung dia, dana untuk JPS Pemkot Bandung berupa bantuan sosial tunai atau pun top up tersebut sudah tersedia dan telah tersimpan di bank. Hanya saja, masih ada masyarakat yang tak kunjung datang mengambilnya, baik itu bantuan tahap kesatu, kedua, maupun tahap ketiga.

"Kalau yang di Kota Bandung, kita sudah siapkan anggarannya. Tetapi ada yang belum mengambilnya. Padahal sudah disiapkan dengan 70 bank (BJB) dan Pos," kata Susatyo.

Apabila sebelumnya ada yang memiliki kesalahan pendataan, dia mengimbau untuk secepatnya mendatangi petugas kewilayahan. Setelah tuntas, bisa kembali datang untuk membawa bantuan yang kini sudah tersalurkan hingga tahap ketiga.

Susatyo menuturkan, sebagian besar perbaikan data terjadi saat penyaluran tahap pertama. Selain kesalahan memasukan nama, kebanyakan data yang keliru juga dikarenakan salah nomor induk kependudukan (NIK).

"Dengan menunjukkan KTP dan KK sudah bisa mengambilnya. Kalau ada yang masalah data dan perlu perbaikan kami permudah bisa diselesaikan di masing-masing kelurahan. Itu bisa secara online jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor Dinsosnangkis," ucapnya.

Dia mengungkapkan, bahwa saat ini penyaluran bantuan top up telah mencapai 95 persen. Sementara untuk bantuan sosial tunai telah tersalurkan 80 persen.

"Uang sudah siap di bank sudah stand by, tapi masyarakat belum mengambil. Uangnya sudah ada, kita sudah dorong. Bahkan kemarin BJB sempat memberikan apresiasi bagi yang berhasil lebih awal menyelesaikan. Seperti Kelurahan Cihapit dapat apresiasi sebuah motor," ujar dia.

Lebih lanjut Susatyo meminta dukungan kepada aparat kewilayahan beserta perangkat RT dan RW untuk mendorong masyarakat yang sudah terdata sebagai penerima bantuan untuk segera mengambilnya.

"Kami mohon bantuan RT dan RW mendorong masyarakat untuk datang ke tempat pelayanan baik BJB terdekat atau pun BJB Tamansari. Kami sampai meminta ke BJB Tamansari dan cabang-cabangnya ada 7 bank untuk buka di akhir pekan," tandasnya. (yogo triastopo)