Wadah Daging Kurban, Pemkab Bandung Siapkan 426 Ribu Kantong Plastik Organik

Wadah Daging Kurban, Pemkab Bandung Siapkan 426 Ribu Kantong Plastik Organik
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Pemerintahan Kabupaten Bandung menyediakan sedikitnya 426 ribu kantong plastik organik untuk digunakan membungkus daging kurban yang akan dibagikan ke masyarakat pada pelaksanaan Idul Adha 1441 H. 

Bupati Bandung Dadang M Naser mengatakan plastik organik tersebut berbahan baku singkong (tapioka). Kantong plastik ini sangat mudah diurai oleh mikroorganik. Sehingga hasil penguraiannya aman bagi hewan, tumbuhan dan manusia. 

"Plastik ini produksi dalam negeri. Hasil penguraiannya tidak lagi menjadi mikroplastik tapi jadi mikroorganik," kata Dadang di Soreang, Ranbu (29/7/2020).

Plastik tersebut akan dibagikan ke setiap desa yang ada di Kabupaten Bandung. Setiap desa akan mendapat distribusi sebanyak 1.000 plastik. Ke depan, dia mengatakan pabrik plastik organik ini akan dibangun di Kabupaten Bandung. Pemasarannya nanti akan dijual ke perusahaan daerah sebagai agen. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah menambahkan pembuatan plastik tersebut dilakukan dengan metode oxo-biodegredable plastic (oxium). Plastik organik tersebut bahkan sudah mendapat sertifikasi layak pakai dari sejumlah negara di luar negeri seperti Jepang dan Amerika.

"Waktu urai plastik ini hanya dua tahun dan jadi mikroorganik. Sementara, plastik biasa membutuhkan waktu lebih dari 50 tahun dan menjadi mikroplastik," ujarnya.

Teknologi oxium sendiri, lanjut Asep, mampu meminimalisir dampak dari kemasan yang tidak ramah lingkungan. Sehingga saat kurban, pemakaian plastik organik bisa lebih maslahat bagi umat manusia.

Meski demikian, Asep menyebutkan jumlah plastik organik yang disiapkan Pemkab Bandung terbilang masih kurang untuk pemenuhan kebutuhan kemasan daging kurban di Kabupaten Bandung. 

"Sebetulnya masih kurang. Tapi kan Pak Bupati dulu sempat membuat gerakan kemasan ramah lingkungan tahun lalu dengan menggunakan besek, daun jati, dan daun pisang. Nah sebagian untuk kemasan daging kurban bisa dilakukan dengan gerakan tadi," katanya. 

Asep menambahkan, distribusi plastik organik tersebut nantinya akan disalurkan melalui camat dan kepala desa, serta di tiap-tiap panitia kurban.

"Untuk tiap desa dapat 1.000 buah plastik. Dan tiap kecamatan dapat 1.500 plastik," ujarnya. (Dani R Nugraha)