Dapat Tunjangan Profesi, 1.461 Guru Honorer di Jabar Menangis Haru

Dapat Tunjangan Profesi, 1.461 Guru Honorer di Jabar Menangis Haru
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Sebanyak 1.461 guru honorer menerima Surat Keputusan (SK)  Penetapan Penugasan Guru Non PNS untuk tingkat SMA, SMK dan SLB di Jawa Barat. 

Penyerahan SK dilakukan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada perwakilan guru di Gedung Pakuan. Adapun 1.461 guru honorer itu terdiri dari 578 guru SMA, 852 guru SMK, dan 31 guru SLB. 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, ada pemandangan yang luar biasa haru tatkala sejumlah guru tersebut menerima SK. Di mana mereka tidak dapat menahan kegembiraanya sehingga dengan spontan melakukan sujud syukur. 

"Mereka bersujud secara spontan. Saya juga kaget malahan tim humas dan kita pun tak mengabadikan gambar. Jadi setelah penyerahan SK selesai ada sesi foto Pak Gubernur dengan mereka. Tiba-tiba selesai foto salah seorang perwakilan nangis sujud syukur diikuti yang lain," ujar Dedi, Rabu (29/7/2020).

Menurut Dedi, SK ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer meskipun belum diangkat menjadi PNS. Terlebih, SK itu didapat setelah mereka mengikuti tes panjang.

Berdasarkan SK itu, para guru honorer tersebut mendapat tunjangan profesi pendidikan guru sebesar Rp1,5 juta per bulan melalui APBN. 

"Jadi mereka itu mengikuti tes seleksi sebagai profesi pendidikan guru. Pada saat seleksi ada yang lulus ada yang tidak. Setelah dia mendapatkan kelulusan,mereka mengikuti diklat. Setelah diklat kita verifikasi jam mengajar dia. Jadi panjang perjuangannya," tutur Dedi. 

Selain itu, kata Dedi, pemberian SK tersebut sekaligus menjadi solusi untuk pemenuhan tenaga pendidik pada tahun 2021 yang diprediksi akan banyak guru PNS pensiun. 

"Ini inovasi baru sekaligus menjawab tantangan bahwa 2021 ke depan diprediksi bakal banyak guru ASN yang pensiun, ini solusinya. Ini juga jawaban atas komitmen Pemprov Jabar yang menaruh perhatian dalam peningkatan kesejahteraan bagi guru honorer," jelasnya.

Sementara itu, GubernurJawa Barat Ridwan Kamil mengatakan peran guru lebih dari sekadar pengajar. Namun lebih penting dari itu lantaran memiliki andil dalam mendidik penerus bangsa.

Dia menyebutgkan, pihaknya berkomitmen menyejahterakan guru meskipun di tengah pandemi melalui kebijakan baru ini.

"Ini melengkapi komitmen yang sudah lebih dulu dilakukan Pemprov Jabar (memberikan tunjangan) melalui APBD sebanyak Rp2.040.000 per bulan, di luar penghasilan mereka di sekolah masing-masing," ungkapnya.

Ke depan, Ridwan meminta kepada seluruh stakeholder pendidikan seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dewan Pendidikan Jabar, dan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) untuk mengawal pencairannya. 

"Ini harus dikawal. Karena di Jabar sudah lancar, di pusat pun harus lancar," jelasnya. (Rianto Nurdiansyah)