Gelapkan Uang Saudara, Kontrakor di Bandung Terancam 4 Tahun Penjara

Gelapkan Uang Saudara, Kontrakor di Bandung Terancam 4 Tahun Penjara
ilustrasi/net

INILAH, Bandung - Gelapkan uang saudaranya, Freddy Regawa seorang kontraktor asal Bandung dipidanakan. Dia didakwa pasal 372-378 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. 

Dalam dakwaannya, JPU Kejati Jabar Agus Mujoko menyebutkan peristiwa tipu gelap miliaran itu bermula saat korban bertemu dengan terdakwa pada 2015 kemudian menceritakan memenangkan tender proyek membangun hotel di Gianyar, Bali senilai Rp53 miliar lebih. 

"Terdakwa meminta bantuan modal dan menjanjikan proyek itu akan menguntungkan. Korban kemudian menyetujuinya," ucap jaksa di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (30/7/2020).

Korban juga dijanjikan akan mendapat bagi hasil keuntungan‎ dari proyek Rp53 miliar itu. Kemudian, korban secara bertahap menyetorkan dana ke terdakwa sebanyak 16 kali dari September 2015 hingga Januari 2017 dengan total Rp13,5 miliar.

Namun, setelah proyek selesai terdakwa tidak mengembalikan uang korban beserta keuntungannya sebagaimana dijanjikan‎ terdakwa. Terdakwa berdalih proyek itu tidak menguntungkan.

"Tapi ternyata hasil audit, keuangan hotel itu menguntungkan namun terdakwa berbohong pada korban," ucapnya. 

Kuasa hukum korban, Budhi Agung menyebut kliennya sudah mengupayakan mediasi dengan Freddy Regawa. Namun, Preddy yang masih ada talian saudara tidak ada itikad baik. 

"Akhirnya, klien kami melaporkan ke Polda Jabar pada 2019. Di Polda Jabar tidak ditahan, tapi saat di Kejati Jabar ditahan," katanya. 

Ia mengaku akan mengajukan gugatan perdata supaya kerugian Rp13,5 miliar bisa kembali ke korban yang bernama H Wiwoho, warga Sukasari Kota Bandung i‎tu. 

"Karena dalam pidana tidak akan mengembalikan uang. Supaya uang kembali, kami akan ajukan gugatan perdata setelah ada putusan pidana," ujarnya. (Ahmad Sayuti)