Menristek: Bio Farma Mampu Produksi Vaksin Covid-19 Mandiri 

Menristek: Bio Farma Mampu Produksi Vaksin Covid-19 Mandiri 
istimewa

INILAH, Bandung - Beberapa waktu lalu, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengunjungi Bio Farma. Kedatangannya disambut Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir di gedung fasilitas terbaru produksi Bio Farma.

Saat itu, Bambang menyempatkan diri untuk melihat kesiapan fasilitas produksi vaksin Covid-19. Terdapat dua jenis yakni vaksin yang hasil kolaborasi bersama Sinovac dan vaksin yang berasal dari Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dipimpin Lembaga Eijkman.

“Kami ingin melihat kesiapan Bio Farma dalam memproduksi vaksin Covid-19. Merah-putih yang sedang dikembangkan Eijkman dengan platform protein rekombinan berbeda dengan platform dari sinovac yaitu inactivated. Ternyata, Bio Farma memiliki kemampuan untuk memproduksi dari berbagai macam platform. Tapi yang paling penting adalah, kita harus mampu dan mandiri untuk bisa menyediakan vaksin bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Bambang dalam rilis, Kamis (30/7/2020)

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan dalam proses produksi vaksin Covid-19 pihaknya memiliki dua skema dalam pengembangan. Yakni, jangka pendek melalui kolaborasi internasional dengan Sinovac dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Sedangkan, untuk jangka panjang, melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, yang bertujuan untuk membangun kemandirian produksi vaksin nasional.

“Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, bertujuan untuk membangun suatu kemandirian nasional dalam hal memproduksi vaksin Covid-19. Dengan kompetensi, dan kapabilitas yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Tahap awal, Lembaga Eijkman akan mengirimkan prototipe kandidat vaksin ke Bio Farma pada Februari 2021. Selanjutnya Bio Farma akan melanjutkan pengembangan dengan memulai up scaling untuk skala produksi yang akan dilakukan pada Q2 2021, yang diikuti oleh pre-klinis, Uji Klinis fase 1, Uji Klinis 2 dan Uji Klinis 3, yang akan dimulai pada Q4 2021. Jika hasilnya baik, vaksin merah-putih akan tersedia untuk masyarakat pada tahun 2022,” ujar Honesti.

Dia menambahkan, Bio Farma sebagai mitra industri selain berkolaborasi dengan Lembaga Eijkman dan Balitbangkes akan berkordinasi juga dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai regulator. (*)