Ditemukan 708 Hewan Kurban yang Tak Sehat dan Belum Cukup Umur

Ditemukan 708 Hewan Kurban yang Tak Sehat dan Belum Cukup Umur
Ilustrasi (zaenulmukhtar)

INILAH, Garut - Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Garut masih menemukan banyak hewan ternak untuk hewan kurban diperdagangkan ternyata kurang memenuhi syarat karena berkondisi tak sehat dan belum cukup umur.

Dari sebanyak 6.938 ekor hewan ternak besar dan 7.167 ekor hewan ternak kecil diperiksa petugas hingga 30 Juli 2020, ditemukan sebanyak 564 ekor di antaranya belum cukup umur, dan sebanyak 142 ekor lainnya berkondisi tak sehat.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Garut Dyah Savitri, hewan-hewan ternak untuk kurban yang diperiksa tersebar di 24 dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

Kendati demikian, Dyah memastikan hewan-hewan kurban di Kabupaten Garut aman dari terjangkit penyakit hewan berbahaya dan membahayakan. Terlebih Kabupaten Garut bukan merupakan daerah endemik penyakit hewan berbahaya seperti Antraks.

"Ternak yang telah diperiksa dan sehat diberi tanda kalung sehat dan lapak penjualan diberi SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) yang ditandatangani dokter hewan berwenang di Kabupaten Garut. Sedangkan ternak yang tidak layak atau belum cukup umur atau sakit disarankan untuk tidak dijual sebagai ternak kurban. Insya Allah, kami jamin hewan kurban di Kabupaten Garut sehat," kata Dyah didampingi Kepala Seksi Kesmapet Ida Farida, Kamis (30/7/2020).

Dyah menyebutkan, selain memastikan hewan kurban telah melalui pemeriksaan, pihaknya gencar menyosialisasikan protokol kesehatan, seperti membiasakan mencuci tangan memakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Pihaknya juga melakukan pembagian masker bagi para penjual dan panitia kurban. Hal itu dilakukan guna menjamin hewan kurban di Garut aman.

Dyah juga menyerukan masyarakat agar dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 saat ini memperhatikan protokol kesehatan, baik dari sisi jaga jarak (physical distancing), penerapan higiene personal, maupun saat pemeriksaan kesehatan awal dan penerapan higiene dan sanitasinya.

Hal itu juga sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 008/SE/32/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19). (zainulmukhtar)