Minimalisasi Kerumunan Massa, Pembagian Daging Kurban Tak Boleh Pakai Kupon

Minimalisasi Kerumunan Massa, Pembagian Daging Kurban Tak Boleh Pakai Kupon
Ilustrasi (asep mulyana)

INILAH, Purwakarta - Perayaan Idul Adha 2020 ini, tepat di tengah-tengah pandemic Covid-19. Wajar saja, pemerintah meminta supaya seluruh penyelenggara/panitia kurban menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan, saat melakukan pemotongan hewan maupun pembagian daging kurban nantinya.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menjelaskan, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purwakarta pihaknya telah menyebar imbauan terkait hal itu. Salah satu poinnya, mengatur soal penerapan protokol kesehatan saat pelaksanaan Salat Id, termasuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

“Sejak kemarin imbauannya telah kami sebar. Kami berharap, seluruh penyelenggara kurban bisa menjalankan edaran tersebut,” ujar Anne kepada INILAH.

Dalam edaran tersebut, kata Anne, pihaknya mengimbau supaya pembagian daging kurban tak dilakukan dengan menggunakan kupon. Dengan kata lain, panitia harus membagikannya langsung secara door to door ke rumah si penerima (mustahik) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Selain tidak efektif dan berpotensi menimbulkan kericuhan, pola pendistribusian dengan menggunakan kupon juga berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Jadi, ini harus dihindari,” jelas dia.

Dengan kata lain, sambung dia, jika menggunakan kupon secara otomatis akan membuat sebuah kerumunan massa jadi lebih terkonsentrasi di satu tempat. Dengan begitu, potensi gesekannya lebih besar. Sehingga, hal tersebut hanya akan membuat keadaan tidak kondusif.

Tak hanya itu, pihaknya juga berpesan untuk panitia kurban di wilayah dengan jumlah hewan kurban yang akan dipotongnya cukup banyak, supaya tidak dipotong sekaligus dalam satu hari itu. Melainkan, bisa dilakukan di hari berikutnya. Tentunya, hal ini untuk meminimalisasi pengumpulan massa. (asep mulyana)