Mobil Tangki Terbatas Hambat Distribusi Air Bersih 

Mobil Tangki Terbatas Hambat Distribusi Air Bersih 
istimewa

INILAH,Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung masih kekurangan mobil tanki pengangkut air untuk menyalurkan air bersih ke wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengatakan, saat ini jumlah mobil tanki air bersih yang dimiliki hanya 7 unit. Itu pun bukan milik BPBD.

"Sebagian milik Disperkimtan dan PDAM Kertaraharja. Kalau melihat daerah rawan kekeringan dan air bersih tentu sangat kurang," kata Akhmad, Jumat (31/7/2020).

Dikatakan Akhmad, dari 31 kecamatan, 28 diantaranya merupakan daerah rawan kekeringan dan kerap kali kesulitan air bersih. Bahkan, setiap musim kemarau, BPBD bisa menerima ratusan permintaan suplai air bersih.

"Pengalaman dari tahun lalu, setiap hari ada sekitar 500 permintaan penyaluran air bersih. Permintaan yah dari 28 kecamatan yang memang setap kemarau rawan kekeringan dan sulit air bersih," ujarnya.

Namun, lanjut Akhmad, dengan mobil tanki air yang hanya tujuh unit, distribusi bantuan air bersih terhambat. Idealnya, paling tidak terdapat satu unit mobil tangki air di tiap kecamatan.

"Kami sedang mengupayakan pipanisasi dan pembuatan sumur dangkal dari Disperkimtan, supaya daerah rawan air bersih terus berkurang, sehingga beban menjadi lebih ringan,"katanya.

Ditanya mengenai penetapan status siaga darurat kekeringan, Akhmad mengatakan, untuk menetapkan status siaga darurat, dibutuhkan landasan status serupa dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Sampai saat ini Gubernur Jawa Barat belum menetapkan keputusan tentang siaga darurat kekeringan dan kebakaran. Mungkin karena masih awal musim kemarau," ujarnya.

Namun demikian, kata Akhmad, BPBD Kabupaten Bandung kata Akhmad telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi potensi bencana saat musim kemarau. Salah satunya adalah melakukan pendataan daerah rawan kekeringan.(rd dani r nugraha).