Q2 2020, GM Rugi Hingga US$800 Juta

Q2 2020, GM Rugi Hingga US$800 Juta
istimewa

INILAH,  Detroit - General Motors (GM) melaporkan pendapatan bersihnya jatuh menyusul penjualan yang lambat dan persediaan yang menipis pada kuartal kedua (Q2) 2020, terutama di segmen pikap dan sport utility vehicle (SUV), setelah penutupan pabrik selama delapan pekan karena pandemi COVID-19.

Mengutip USA Today, GM mengumumkan kerugian bersih pada Q2 2020 hingga US$800 juta, atau turun 132 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Rugi sebelum bunga dan pajak disesuaikan adalah US$500 juta, atau turun 118 persen. Pendapatan bersih turun 53 persen menjadi us416,8 miliar, tetapi pendapatan ekuitas China GM adalah US$200 juta untuk kuartal tersebut.

Yang paling mencolok adalah bahwa selama kuartal ini GM menghabiskan setidaknya US$8 miliar dalam bentuk tunai operasional otomotif (automotive operating cash).

Namun, CFO GM Dhivya Suryadevara mengatakan bahwa paruh kedua tahun ini akan lebih baik dan itu akan memungkinkan GM untuk membayar US$16 miliar kredit yang diperlukan awal tahun ini untuk melewati pandemi.

"Kami mengharapkan US$7 miliar hingga US$9 miliar dari penghasil kas untuk paruh kedua tahun ini. Di paruh pertama tahun ini kami mengalami 'cedera' dan di paruh kedua, menghasilkan uang, sehingga saat kami membangun kembali uang tunai, kami berharap dapat membayar revolver. Tapi itu bergantung pada pemulihan pasar yang berkelanjutan," ucap Suryadevara.

GM mengakhiri kuartal ini dengan US$30,6 miliar dalam bentuk automotive cash.

"Kami memiliki rekam jejak membuat keputusan cepat dan strategis untuk memastikan keberhasilan jangka panjang kami untuk kepentingan semua pemangku kepentingan kami," kata CEO GM Mary Barra dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan terus mendorong perubahan yang diperlukan di seluruh perusahaan untuk memungkinkan pertumbuhan saat kami bersiap untuk menghadirkan dunia tanpa kecelakaan, tanpa emisi, dan tanpa kemacetan," pungkasnya. (inilah.com)