Lapkeu PT Bakrie Telecom di 2019 Bukukan Keuntungan

Lapkeu PT Bakrie Telecom di 2019 Bukukan Keuntungan

INILAH, Jakarta – PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menyampaikan laporan keuangan, Kamis (30/7/2020) lalu. Laporan tersebut diaudit kepada Bursa Efek Indonesia dengan membukukan keuntungan Rp 7,2 miliar tahun 2019. Hal ini ini berbanding berbalik dari keadaan rugi Rp 720,6 miliar sebelumnya di tahun 2018 lalu.

Direktur Utama BTEL, Harya Mitra Hidayat menyampaikan terima kasihnya kepada pemegang saham dan stakeholder yang telah mendukungnya selama ini.

“Saya ucapkan terima kasih karena tetap dapat melangkah ke depan mengembangkan bisnis di era digital ini,” kata Harya Mitra Hidayat, dalam siaran tertulis diterima Inilah, Jumat (31/8/2020).

PT Bakrie Telecom Tbk meyakini bisnis ini  akan terus tumbuh di masa mendatang. Tentunya, terus fokus di bisnis telekomunikasi dan berhubungan dengan telekomunikasi, serta layanan Business 2 Business (B2B).

Harya sapaan akrabnya menambahkan, hasil tahun 2019 ini telah menambah keyakinan bahwa ke depan bisnis ini dapat berkembang baik.

Adapun, dalam menjalankan seluruh kegiatan usaha, Bakrie Telecom Tbk menambah jumlah tenaga profesional perseroan. Hal ini sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi agar terus bersaing.

“Kami terus memperkuat organisasi Perseroan. Ini keyakinan kuat prospek pertumbuhan bisnis yang kami kembangkan saat ini,” tambahnya.

Terkait kesulitan yang dihadapi oleh hampir seluruh industri bisnis, baik nasional maupun global atas imbas pandemi Covid-19, Harya menegaskan bahwa pandemi menghambat makro ekonomi dan perkembangan dunia usaha secara keseluruhan namun jajarannya tetap bisa menjaga performa.

“Tapi, kami meyakini, dengan meningkatnya penggunaan transaksi online dan technology driven activities lainnya, justru membuat layanan utama kami, yaitu penyediaan Call Centre, Voice Solution, IT Solution dan IT Managed Service tetap berjalan stabil,” tuturnya

Dalam menjaga performa kegiatan usaha, Bakrie Telecom Tbk juga mengutamakan segala upaya untuk mencukupi kebutuhan operasional, tujuannya agar siap bangkit setelah pandemi berakhir.

Lalu Bakrie Tekecom Tbk juga melakukan penyelesaian kewajiban kepada para pemasok dan pembayaran BHP frekuensi kepada pemerintah sebesar Rp 539 milar tahun 2019.

Terkait kegiatan usaha, Perseroan terus mengembangkan layanan Voice Solution di beberapa gedung dengan tenant-tenant ternama yang membutuhkan layanan konstan, stabil dan kualitas suara terbaik.

Kecepatan instalasi dan respon kebutuhan pelanggan atas layanan tersebut menjadi kunci daya saing Perseroan. Sementara, layanan Call Centre, fleksibilitas dalam penambahan fitur layanan bagi pelanggan korporasi merupakan kekuatan untuk terus memberi layanan terbaik dan berkompetisi dengan penyedia layanan Call Centre lainnya.

"Layanan IT Solution juga terus dikembangkan oleh Perseroan. Diantaranya mengembangkan teknologi pemantauan CCTV ATM bersama mitra teknologi Perseroan yang sedang tahap pra-impelementasi di dua bank terkemuka," jelas Harya.

Selain itu. PT Bakrie Telecom Tbk terus menjalankan layanan IT Managed Services, yaitu menyediakan SDM berkualitas tinggi dalam menjalankan fungsi informasi teknologi untuk beberapa rekanan BUMN dan BUMD, serta perusahaan swasta lainnya.

“Perseroan juga sedang menyiapkan sumber dayanya untuk menjalankan kegiatan usaha sebagai penyedia dan atau pengelola Infratruktur Digital Terrestrial Broadcasting dalam industri penyiaran televisi. Keberadaan ini menjadi keniscayaan peralihan penyiaran menuju era digital,” lanjutnya. (Reza Zurifwan)