Harga Cengkeh Terjun Bebas Gegara Covid-19, Petani Gigit Jari

Harga Cengkeh Terjun Bebas Gegara Covid-19, Petani Gigit Jari
Ilustrasi/Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kabupaten Purwakarta, punya wilayah daerah dataran tinggi atau wilayah pegunungan yang sangat potensial untuk pengembangan perkebunan. Ada Kecamatan Wanayasa dan Kiarapedes di antaranya. Selama ini, masyarakat di dua wilayah tersebut banyak di antaranya mengandalkan penghasilan dari berkebun. Semisal, perkebunan cengkeh dan daun teh.

Belum lama ini, para petani cengkeh di wilayah tersebut sebagian telah memasuki masa panen. Namun sayang, saat ini angin segar belum berpihak kepada mereka. Pasalnya, harga jual cengkeh sejauh ini tak sesuai dengan keinginan mereka. Tahun ini harganya terjun bebas. Masa pandemic covid-19 jadi salah satu penyebabnya.

Salah seorang petani cengkeh, asal warga Desa Cikubang, Kecamatan Kiarapedes, Amar Iwan Darmawan menuturkan, sebagian petani cengkeh di wilayahnya telah memasuki masa panen raya belum lama ini. Hasil panen tahun ini, kata dia, cukup melimpah. Namun sayangnya, harganya di musim panen ini cenderung murah.

“Saat ini, harga cengkeh dalam kondisi kering hanya dibandrol Rp 57 ribu per kilogram. Padahal, tahun sebelumnya bisa mencapai Rp90 ribu sampai Rp 95 ribu per kilogramnya,” ujar Amar saat berbincang dengan INILAH, Minggu (2/8/2020).

Menurut Amar, merosotnya harga cengkeh di musim penen tahun ini, dampak dari mewabahnya covid-19. Bukan hanya itu, pangsa pasarnya pun cenderung turun. Karena, permintaan ke luar daerah jadi ikut menurun.

“Kalau hasilnya sih melimpah. Tahun ini saja, hasil panen kami dari 100 pohon itu mencapai 15 ton dalam kondisi basah. Tapi, dengan harga saat ini jelas membuat petani gigit jari,” jelas dia.

Dengan murahnya harga jual cengkeh ini, sambung dia, sebagian petani cengkeh di desanya enggan menjual langsung hasil panennya. Mereka, lebih memilih menimbun cengkeh di gudang ketimbang menjualnya langsung.

“Lebih baik disimpan dulu, semoga saja kedepan harganya akan lebih baik,” kata dia.

Amar menambahkan, untuk menghasilkan Cengkeh kualitas bagus, petani harus menjemurnya terlebih dahulu dibawah sinar matahari yang sempurna. Di wilayah ini biasanya petani menjemurnya antara empat sampai lima hari. Sedangkan, di wilayah yang suhunya lebih dingin, bisa sampai sepekan.

Sementara itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, beberapa waktu lalu melansir, di wilayah ini terdapat 1.838 hektare perkebunan cengkeh yang tersebar di sejumlah kecamatan. Adapun hasil produksi dari lahan seluas itu mencapai 486 ton per tahun. Adapun jumlah petani cengkeh di Purwakarta, saat ini mencapai 2.378 orang. (Asep Mulyana)