Dahsyatnya 5 Keajaiban Sedekah Ini, Masih Mau Pelit?

Dahsyatnya 5 Keajaiban Sedekah Ini, Masih Mau Pelit?
Ilustrasi/Net

ALLAH Swt tiada pernah menghentikan pemberian-Nya kepada seluruh makhluk-Nya. Setiap makhluk tercukupi keperluannya. Maka, sudah semestinya kitapun bersikap murah hati dengan mudah saling memberi kepada sesama. Rasulullah Saw mengajarkan kita untuk bersedekah. Sedekah adalah bukti keimanan kita kepada Allah Swt, Dzat Yang tiada pernah berhenti memberi kepada seluruh makhluk-Nya.

Banyak sekali manfaat dari sedekah. Diantaranya adalah sebagaimana disebutkan berikut ini,

 1.  Sedekah itu pembersih.

Apabila zakat itu membersihkan harta, maka sedekah itu bisa membersihkan jiwa. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah Saw bersabda, “Lindungilah hartamu dengan berzakat, obati sakitmu dengan sedekah, dan hadapi gelombang kehidupan ini dengan sikap tawadhu kepada Allah dan doa.” (HR. Baihaqi)

 2.  Sedekah itu menolak bala

Sedekah itu bisa memindahkan seseorang yang akan mendapat takdir musibah, kepada takdir keselamatan. Kita memang tidak pernah tahu kapan musibah akan menimpa kita. Akan tetapi, sebenarnya kita bisa melakukan tindakan pencegahan yaitu dengan bersedekah sebelum melakukan aktifitas. Misalnya adalah dengan bersedekah sebelum berangkat kerja atau sebelum berangkat sekolah.

Ada seseorang yang terbiasa memberikan sedekah setiap kali ia hendak akan berangkat kerja. Hal itu ia lakukan karena ia yakin pada manfaat sedekah yang bisa menghindarkan bala. Suatu ketika, ia ingin mencoba apa yang akan terjadi seandainya ia tidak bersedekah seperti biasanya. Tanpa ia duga, ternyata saat berkendara di jalan raya, ia memasuki jalan yang dilarang untuk dimasuki. Anehnya ia tidak melihat rambu lalu lintas yang sebenarnya ada di permulaan jalan tersebut. Akhirnya ia pun harus berurusan dengan petugas lalu lintas.

Imam Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa salah satu manfaat sedekah adalah bisa menghindarkan seseorang dari musibah. Menurut beliau, hal ini tidak hanya berlaku bagi orang yang memiliki keimanan kuat saja, hal ini berlaku juga untuk pelaku kemaksiatan yang bersedekah. Bahkan hal ini berlaku pula untuk orang yang tidak yakin kepada Allah Swt apabila ia gemar bersedekah. Mudah-mudahan orang-orang seperti ini justru mendapat ganjarannya berupa hidayah keimanan.

 3.  Sedekah itu memberikan kegembiraan pada orang lain.

Sedekah adalah perbuatan yang sangat disukai oleh Allah Swt. Karena ketika seseorang mengeluarkan sedekah, ia akan membuat orang lain yang mendapatkan sedekah itu menjadi senang dan gembira.

Ketika kita diberi sesuatu yang menggembirakan kita, kita tentu akan merasa senang. Akan tetapi pada hakikatnya, ada yang jauh lebih merasa senang dibandingkan kita. Siapakah? Ia adalah orang yang memberi kepada kita.

Adapun orang yang jauh lebih senang lagi adalah orang yang ketika memberi atau bersedekah dengan tangan kanannya, tangan kirinya tidak mengetahui. Maksudnya adalah bahwa ketika kita bisa berderma, memberi, bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, maka Allah Swt akan melimpahkan rasa kebahagiaan dan rasa lega di dalam hati kita.

 4.  Sedekah itu memberkahkan rezeki.

Allah Swt berfirman,

“Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba` [34]: 39).

 5.  Sedekah itu mencukupkan rezeki terus-menerus.

Seringkali kita mendengar seruan-seruan agar kita menjadi manusia yang kaya raya. Padahal, jika kita mengkritisinya sejenak, apa jadinya jika seluruh orang di satu kota saja misalnya, semua kaya raya. Tidak akan ada yang mau menjadi tukang cukur, tak akan ada yang mau menjadi tukang sayur, tidak akan ada yang mau menjadi sopir angkot, tidak akan ada orang yang mau berjualan di warung. Karena semua sudah bergelimang harta kekayaan. Kehidupan tidak akan berjalan normal.

Sungguh, bukanlah menjadi kaya raya yang penting. Apa yang terpenting dari harta yang kita miliki adalah keberkahannya. Jangan silau dengan istilah ‘kaya’, karena biasanya istilah tersebut identik dengan hawa nafsu. Apalagi Islam mengajarkan tentang sikap Qanaah atau merasa cukup dengan apa yang ada, bersyukur menerima hasil yang diberikan oleh Allah sembari bersabar dan tidak putus asa dalam berusaha. (Kh Abdullah Gymnastiar)