TikTok Setuju Pecah Operasional di AS

TikTok Setuju Pecah Operasional di AS
istimewa

INILAH, Washington DC - ByteDance, perusahaan induk TikTok, dikabarkan setuju untuk memecah operasional di AS, setelah Presiden Donald Trump mengancam akan memblokir platform media sosial tersebut.

Mengutip Reuters, semula ByteDance ingin mempertahankan kepemilikan saham minoritas di bisnis TikTok di AS, namun ditolak oleh Gedung Putih.

Proposal yang terbaru menunjukkan ByteDance akan keluar sepenuhnya, dan Microsoft kabarnya akan masuk untuk mengambil alih TikTok di AS, menurut sumber yang dirahasiakan identitasnya.

Beberapa investor ByteDance di AS akan diberi kesempatan untuk mengambil saham minoritas. Sekitar 70 persen investor asing ByteDance berasal dari AS.

Dalam keterangan tertulisnya, pihak Gedung Putih tidak menjelaskan apakah Presiden Trump akan menerima konsesi ByteDance.

"Pemerintah punya kekhawatiran serius terhadap TikTokmengenai keamanan nasional. Kami terus mengevaluasi kebijakan," kata Gedung Putih.

ByteDance tidak berkomentar, namun perwakilan mereka di AS mengeluarkan pernyataan yang disiarkan di aplikasi tersebut.

"Kami di sini untuk jangka panjang. Terus bagikan suara kalian di sini dan bela TikTok," kata manajer umum TikTok AS, Vanessa Pappas.

Melalui kesepakatan baru, Microsoft akan bertugas melindungi data pengguna TikTok di AS. Kesempatan juga terbuka bagi perusahaan selain Microsoft untuk mengambil alih TikTok.

Microsoft tidak berkomentar atas isu ini.

ByteDance menerima proposal dari beberapa investor, termasuk Sequoia dan General Atlantic, untuk mentransfer kepemilikan mayoritas TikTok kepada mereka. Dalam proposal tersebut, disebutkan TikTok bernilai US$50 miliar.

ByteDance mengakuisisi aplikasi video dari Shanghai, Musical.ly pada 2017, setahun kemudian mereka meluncurkan TikTok.

ByteDance tidak meminta persetujuan akuisisi dari Komite Investasi Asing AS (CFIUS), yang meninjau kesepakatan akan berdampak pada keamanan nasional. CFIUS pun menyelidiki TikTok pada tahun lalu. (inilah.com)