KBM Dilakukan Secara Berjenjang

KBM Dilakukan Secara Berjenjang
istimewa

INILAH, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Dedi Supandi mengungkapkan teknis penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, dilakukan secara berjenjang. Jedanya dua bulan di setiap jenjang pendidikannya.

Menurutnya, siswa SMA/SMK dari segi usia mereka sudah remaja dan memiliki ketahanan imunitas lebih baik dari anak-anak usia jenjang pendidikan di bawahnya.

"Setelah dari SMA/SMK, baru dua bulan kemudian di evaluasi, kalau hasilnya baik dan bisa dilanjutkan, selanjutnya diterapkan ke tingkat SMP, dua bulan berikutnya di jenjang SD dan begitu seterusnya," ujar Dedi, Senin (3/8/2020).

Dedi menyebutkan, pelaksanaan KBM tatap muka di setiap zona hijau harus mengajukan surat permohonan kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdik Jabar yang berada di kabupaten/kota masing-masing.

Surat tersebut akan ditindaklanjuti dengan menugaskan pengawas untuk melakukan monitoring dari kesiapan penerapan dengan kelengkapan sarana protokol kesehatan di sekolah tersebut.

"Jadi pengawas akan melakukan pemeriksaan langsung terkait kesiapan protokol kesehatan di sekolah itu, seperti ketersediaan alat cuci tangan, pihak sekolah juga menyediakan masker atau face shield cadangan bagi para peserta maupun tenaga pendidik yang akan bertugas, termasuk penerapan jam belajar hanya empat jam yaitu 07.30-11.30 WIB," ujar Dedi. (Okky Adiana)