Pemprov Jabar Sikapi Serius 40 Pegawai Terpapar Covid-19

Pemprov Jabar Sikapi Serius 40 Pegawai Terpapar Covid-19
net

INILAH, Bandung - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat memastikan seluruh orang yang pernah kontak dengan 40 pegawai Gedung Sate yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah terdata by name by adress. Mereka saat ini tengah menjalani isolasi mandiri.

Diberitakan sebelumnya, 1.260 pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan tes swab selama tiga hari di Gedung Sate, pada 26-28 Juli 2020 lalu. Berdasarkan hasil tes tersebut, terdapat 40 pegawai yang positif terpapar Covid-19. 

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmaja memastikan, pihaknya akan menyikapi serius kasus tersebut.

"Semuanya (yang pernah kontak) terdata dan semuanya diisolasi mandiri," ujar, Senin (3/8/2020).

Dia mrinci, ke-40 orang yang terpapar tersebut 17 pegawai di antaranya kini menjalani isolasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Kota Cimahi. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri.

"Dari 1.265 (pegawai yang menjalani swab test), yang terpapar 40, 17 masuk karantina di Gedung BPSDM, sisanya karantina di rumahnya masing-masing," ungkap dia. 

Menurut Setiawan, ke-40 pegawai Gedung Sate yang terpapar Covid-19 itu mayoritas tidak mengalami gejala atau orang tanpa gejala (OTG). Meski begitu, pihaknya mewaspadai kasus tersebut dengan melakukan tes Covid-19 terhadap orang-orang yang sempat kontak dengan ke-40 pegawai itu.

"Tetap kami waspadai, contact tracing dilakukan, beberapa dilakukan swab, tapi hasilnya belum keluar," imbuhnya.

Ke-40 pegawai itu diketahui mayoritas tinggal di Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan ada juga yang tinggal di luar kedua daerah tersebut, seperti Kota Cimahi.

Sebelumnya, Setiawan menyebutkan, dari 40 pegawai yang terpapar tersebut sekitar 40 persennya berusia 31-40 tahun, 30 persen berusia 20-30 tahun, dan sisanya bervariasi, ada yang berusia di atas 50 tahun dan ada pula yang baru berusia 19 tahun.

"Dari 40 orang ini, PNS (pegawai negeri sipil)-nya sendiri hanya 17 orang, sedangkan 23 orang lainnya non-PNS. Non-PNS ini supporting staff, seperti petugas keamanan dan cleaning service," papar Setiawan, Kamis (30/7/2020). (Rianto Nurdiansyah)