Ada Dua Syarat Saat KBM Tatap Muka di Sekolah Diberlakukan

Ada Dua Syarat Saat KBM Tatap Muka di Sekolah Diberlakukan
net

INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengizinkan SMA/SMK untuk membuka kembali aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Asalkan, institusi pendidikan itu memenuhi dua syarat wajib.

Menurutnya, dua syarat yang harus dilakukan itu yakni sekolah tersebut berada di kecamatan berstatus zona hijau. Kedua, pihak sekolah sudah siap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

"Misalnya, mulai dari menyediakan fasilitas cuci tangan hingga pembatasan 50 persen jumlah siswa yang melaksanakan KBM tatap muka," ujar Emil sapaan akrabnya dalam konferensi pers yang digelar secara virtual dari Markas Kodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (3/8/2020).

Dia menambahkan, pembatasan jumlah siswa yang mengikuti KBM tatap muka di sekolah dilakukan dengan cara membagi jumlah siswa, antara yang mengikuti KBM tatap muka dan yang tetap belajar di rumah.

"Tiga hari sekolah, yang lainnya di rumah, bergantian. Saya kira akan banyak (sekolah kembali buka KBM tatap muka) di minggu ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dedi Supandi menyebutkan berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar terdapat 266 dari total 627 kecamatan di Provinsi Jabar yang berstatus zona hijau atau belum pernah memiliki kasus penularan. 

Dedi menjelaskan, penerapan KBM tatap muka dilakukan secara berjenjang dengan jeda waktu selama dua bulan dari hasil evaluasi untuk setiap jenjang pendidikan yang diawali jenjang SMA/SMK.

"Setelah SMA/SMK, baru dua bulan kemudian dievaluasi, kalau hasilnya baik dan bisa dilanjutkan, selanjutnya diterapkan ke tingkat SMP, dua bulan berikutnya di jenjang SD dan begitu seterusnya," jelas Dedi.

Menurut Dedi, pihak sekolah juga wajib menyediakan masker dan face shield cadangan bagi siswa dan guru yang akan melaksanakan KBM tatap muka. Selain itu, jam belajar dibatasi hanya empat jam, mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB.

"Izin tertulis dari orang tua siswa. Meskipun berada di zona hijau dan seluruh persiapan sudah dilakukan, namun jika orang tua siswa tidak mengizinkan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Bagaimanapun, kesehatan dan keselamatan anak-anak harus jadi prioritas," katanya. (Okky Adiana)