Bukalapak Ajak Masyarakat Terapkan 4 Aman 5 Sempurna

Bukalapak Ajak Masyarakat Terapkan 4 Aman 5 Sempurna
istimewa

INILAH, Bandung-Di dalam tatanan hidup baru (new normal), belanja online menjadi salah satu aspek penting dalam memenuhi kebutuhan sehari - hari secara mudah dan praktis, namun hal ini tentunya harus diimbangi dengan terus ditingkatkannya rasa kehati-hatian terhadap upaya tindak kriminal di dunia maya.

Makin meningkatnya transaksi online tentunya juga makin mendorong potensi terjadinya cyber crime yang mengancam pengguna.

Tatanan hidup baru atau new normal telah membuat protokol kesehatan mencegah penyebaran COVID-19 menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa protokol keamanan saat bertransaksi online juga sama pentingnya. 

Oleh karena itu, Bukalapak mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol keamanan yang dinamakan 4 AMAN 5 Sempurna.

Protokol ini diharapkan dapat dengan mudah diingat dan diterapkan oleh pengguna sebagai langkah pencegahan karena hanya terdiri dari 5 tips mudah, yaitu Antisipasi, Menjaga Kerahasiaan, Atur Ulang Password Berkala, Nyalakan TFA dan gunakan aplikasi terupdate, serta yang terakhir hubungi BukaBantuan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan saat bertransaksi.

Edukasi mengenai pentingnya menerapkan protokol keamanan ini adalah upaya yang menjadi prioritas dan dilakukan oleh Bukalapak secara terus menerus. Hal ini seperti diungkapkan oleh Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak.

“Keamanan seluruh pengguna Bukalapak akan terus menjadi prioritas kami. Selain senantiasa memperkuat sistem cyber security secara menyeluruh untuk memastikan data-data pengguna aman dari penyalahgunaan, kami juga berharap para pengguna dapat bekerja sama dengan kami dengan cara menerapkan upaya pencegahan. Salah satunya lewat protokol 4 Aman 5 Sempurna ini,” ujar Rachmat dalam siaran persnya, Senin (3/8/2020).

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari  Brigadir Jenderal Polisi Slamet Uliandi, S.I.K. dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri yang menghimbau bahwa seiring dengan meningkatnya kegiatan masyarakat di kanal digital, potensi naiknya tindak kejahatan di dunia maya juga turut naik,“karena itu, selama masa pandemi dan new normal ini, selain penting untuk menjaga kebersihan dan jaga jarak dengan orang lain, penting juga untuk jaga jarak dengan cyber fraudster dan hacker, dengan cara mengaktifkan TFA/dua langkah verifikasi pada setiap akun yang dimiliki, serta tidak mudah percaya kepada orang lain yang meminta kode OTP dengan berbagai macam kedok”, ujar Slamet Uliandi.

Slamet Uliandi selanjutnya mengatakan bahwa kerjasama antara pihak Bareskrim Polri dengan penyedia platform digital senantiasa mengutamakan perlindungan data penggunanya dan pihak pengguna dihimbau untuk menerapkan protokol keamanan siber.