Polisi Perdalam Kasus Noven, Siap Panggil Kembali Saksi-saksi

Polisi Perdalam Kasus Noven, Siap Panggil Kembali Saksi-saksi
Ilustrasi/Net

INILAH, Bogor - Satreskrim Polresta Bogor Kota masih fokus menggarap kasus pembunuhan siswi SMK Andriana Yubelia Noven Cahya yang hingga kini belum terungkap.

AKP Firman Taufik mengaku sejak awal menjabat sebagai Kasatreskrim Polresta Kota Bogor, dirinya langsung mendapat tugas untuk mengungkap kasus Noven. Taufik mengaku sudah sempat mengundang kembali saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Noven.

"Hanya saja saat itu terkendala Covid-19, apalagi pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jadi terkendala, karena saksi tak hanya dari Bogor, ada juga yang dari Jakarta, Bandung dan Cirebon," ungkap Taufik kepada wartawan diruang kerjanya pada Senin (3/8/2020) sore.

Firman menambahkan, dirinya belakangan ini tengah mempelajari kasus pembunuhan Noven yang belum terungap hingga satu tahun tersebut.

"Saat saya pelajari lagi berkasnya ada petunjuk baru yang harus didalami," tambah Firman.

Firman mengungkapkan, saat mendalami dan mempelajari kasus tersebut, ada hal-hal lain yang dapat dijadikan petunjuk baru untuk mengungkap kasus tersebut. Akan tetapi dirinya belum menjabarkan petunjuk baru yang didapatkannya, ia berjanji kasus pembunuhan Noven akan menjadi atensi dirinya.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan kembali memanggil para saksi dari kasus pembunuhan Noven. Kami sudah mengirim undangan kepada 34 saksi untuk dimintai kembali," terangnya.

Masih kata Firman, meski belum menemukan alat bukti baru dalam penyelidikan kasus ini, pihaknya saat ini tengah menunggu hasil analisis tim IT Kepolisian.

"Sementara kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan IT dari para ahli terkait pendalamannya," tegasnya.

Diketahui dari informasi yang dihimpun, setelah 388 hari atau 1 tahun 23 hari melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mendapat titik terang siapa dalang pembunuhan siswi SMK Baranangsiang Kota Bogor, Andriana Yubelia Noven Cahya. Pelaku diduga orang yang baru dikenal oleh korban di aplikasi Hago, sebuah platform sosial game.